Sleman, Yogyakarta, (Tagar 15/7/2018) – Sempat terlibat baku tembak dengan aparat Densus 88 di Jalan Kaliurang, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (14/7) sore, satu dari empat orang terduga teroris berhasil meloloskan diri. Tersangka dalam pengejaran petugas.

"Satu orang berhasil meloloskan diri saat dilakukan penyergapan. Saat ini masih dalam pengejaran petugas," kata Kepala Bidang Humas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta AKBP Yulianto di lokasi kejadian Sabtu (14/7) malam.

Yulianto seperti dirilis Antara menyebutkan, saat dilakukan penyergapan terhadap kawanan yang diduga kelompok teroris, sempat terjadi perlawanan dan baku tembak antara empat terduga dan personel Densus 88.

Dalam kejadian tersebut tiga orang ditembak polisi, semuanya laki-laki. “Polisi melakukan penembakan karena mereka melakukan perlawanan," ujar Yulianto.

Dia mengatakan, penyergapan ini hasil pengembangan dari penangkapan lima terduga jaringan teroris yang ditangkap di Bedingin Wetan, Sumberadi, Mlati, dan Kabupaten Bantul pada Rabu 11 Juli 2018.

"Dalam penyergapan dua orang petugas mengalami luka karena terkena senjata tajam. Satu pada bagian tangan dan satu di bagian pinggang. Petugas yang terluka sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY," kata Yulianto.

Dia juga memastikan, kondisi keamanan wilayah DIY masih kondusif dan patroli keamanan terus dilakukan. "Sampai saat ini kondisi tetap aman dan kondusif, pengamanan di tempat-tempat yang dinilai rawan juga terus dilakukan," jelasnya.

Diincar

Disebutkan, terduga teroris tersebut sudah diincar. Penangkapan ketiga terduga teroris terkait dengan penangkapan dua terduga teroris di Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman dan Bantul, Rabu (11/7).

"Ketiganya ini kemudian dipantau pergerakannya. Namun, saat dilakukan penangkapan, mereka melakukan perlawanan dengan senjata api dan senjata tajam," kata Yulianto.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi M Iqbal mengatakan, ketiga jenazah terduga teroris dibawa ke RS Bhayangkara Jogya.

Iqbal mengungkapkan, ketiga terduga teroris melakukan perlawanan dan penyerangan menggunakan senjata tajam jenis parang dan senjata api terhadap petugas.

Perlawanan yang dilakukan terduga teroris itu, menurut Iqbal, membahayakan nyawa petugas dan masyarakat. Polisi pun mengambil tindakan tegas dan terukur yang mengakibatkan ketiga pelaku tewas.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa empat bilah parang, sepucuk senjata api jenis revolver, dan amunisi peluru tajam.

Sejumlah aparat kepolisian berjaga-jaga dengan memasang garis polisi di kawasan lokasi baku tembak.

Ratusan warga memadati lokasi baku tembak diduga antara aparat kepolisian dengan kelompok teroris. Warga dilarang mendekati lokasi terjadinya baku tembak hingga radius 500 meter.

Arus lalu lintas di kawasan baku tembak dialihkan, baik dari arah selatan maupun utara.
Banyak warga yang ingin melihat langsung lokasi baku tembak ini, sehingga mengakibatkan ruas Jalan Kaliurang macet total.

“Pukul 17.30 menjelang Magrib saya sudah tidak bisa melintas Jalan Kaliurang KM 6 karena di tengah jalan di lokasi baku tembak sudah ditutup garis polisi" kata seorang mahasiswa yang berdomisili di Kawasan Jalan Kaliurang, Zuhair Dzulfiqor di Sleman, Sabtu.

Sejumlah relawan nampak membantu mengatur arus lalu lintas dan mengalihkan arus lalu lintas ke jalan-jalan alternatif.

Sebelumnya, sejumlah polisi bersebo dan bersenjata lengkap terlibat baku tembak di Jalan Kaliurang Km 9 tepatnya di depan Kecamatan Ngaglik pada Sabtu petang sekitar pukul 17.00 WIB.

Sejumlah mobil kepolisian seperti Gegana serta mobil penjinak bom tampak mendatangi lokasi kejadian baku tembak.

Kepala Desa Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Herjuno Wiwoho mengaku hingga saat ini belum mendapatkan penjelasan dari kepolisian terkait peristiwa di wilayahnya tersebut.

Meski demikian, dia menyaksikan dua orang terkapar saat baku tembak yang terjadi pada pukul 17.30 WIB. "Saya belum tehu kondisi dua orang itu," jata Herjuno. (yps)