Jakarta, (Tagar 25/9/2018) - Sony Playstation selaku raksasa game di dunia berencana mengakhiri produksi dari Sony Playstation Vita (PS Vita). Setelah meraih kesuksesan console handheld generasi pertamanya yaitu Sony Playstation Portable (PSP), Playstation Vita yang memiliki arti hidup dalam bahasa latin, secara resmi diperkenalkan oleh Sony pada acara Electronic Expo (E3), di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 6 Juni 2011. PS Vita sendiri baru dipasarkan ke seluruh dunia pada awal tahun 2012.

Wakil Presiden Sony Interactive Entertainment, Hiroyuki Oda, menyampaikan kabar bahwa Sony akan menghentikan produksi konsol game portabel PS Vita pada tahun 2019.

Hiroyuki OdaWakil Presiden Sony Interactive Entertainment, Hiroyuki Oda. (Foto: sagamer)

"Saat ini, kami tidak memiliki rencana mengenai perangkat baru. Di Jepang, kami akan memproduksi PlayStation Vita hingga 2019. Setelah itu pengiriman akan berakhir," kata Oda, seperti yang dilansir dari laman gematsu. Namun tidak dijelaskan secara jelas apakah berakhirnya pengiriman itu hanya untuk pasar Jepang atau seluruh dunia juga.

Banyak gamers di media sosial yang berspekulasi dengan berhentinya PS Vita berproduksi,  maka akan ada pengganti yang jauh lebih baik dibanding versi sebelumnya, dan mereka yakin akan ada console portabel baru keluaran Sony untuk menyaingi produk terbaru buatan Nintendo yakni Nintendo Switch. Akan tetapi sampai saat ini Sony belum memberikan konfirmasi terkait dengan adanya console pengganti PS Vita.

Tidak Dapat Bersaing

Nintendo SwitchNintendo Switch menjadi salah satu faktor, menurunnya penjualan Sony PS Vita. (Foto: cnet)
Kemunculan Nintendo Switch dikabarkan menjadi salah satu faktor yang membuat PS Vita tidak dapat bersaing dalam pasar penjualan console di dunia. Menurut Forbes (20/9/2018), Nintendo Switch yang diluncurkan pada 2017, berhasil meraih tingkat penjualan yang melebihi para pesaingnya.

Statistik Penjualan GlobalPenjualan PS Vita dari tahun ke tahun mengalami penurunan. (Infografis: statista)

Survei penjualan global yang dilakukan statista.com mencatat, sejak pertama kali diluncurkan hingga 2017 PS Vita hanya mampu menembus penjualan tertinggi sebesar 3,69 juta unit pada 2012, dan kemudian penjualannya menurun sampai 2,68 juta pada 2015.

Berbagai upaya yang sudah dilakukan Sony juga sia-sia dan tidak membuahkan hasil yang signifikan, dari menghadirkan game gratis bagi pelanggan Playsation Plus, hingga pembaruan sistem, yang nyatanya juga tidak dapat menaikan penjualan Sony PS Vita.

Tanda-tanda akan berakhirnya Sony PS vita, sebenarnya sudah terlihat sejak akhir tahun 2017, dikutip dari polygon, Presiden Sony Interactive Entertainment America, Shawn Layden mengungkapkan bahwa penjualan Sony PS Vita tidak sesuai dengan ekspetasi yang sebelumnya direncanakan.

"Vita tidak mencapai audiens, para pengembang pun kesulitan dan ini menjadi sebuah efek spiral yang negatif," ucap Shawn. []