Jakarta, (Tagar 16/5/2018) - Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud berserta isteri mudanya Heni telah tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Rabu (16/5) siang.

Dari pantauan di lapangan, orang nomor satu di Kabupaten Bengkulu Selatan itu tiba sekitar pukul 12:19 WIB. Ia terlihat mengenakan baju batik dengan dibalut jaket berwarna hitam.

Usai turun dari mobil berwarna silver, Ketua DPW Perindo Provinsi Bengkulu itu langsung berjalan menuju lobi gedung lembaga antirasuah tanpa mengucap sepatah kata pun.


Empat menit berselang tepatnya pukul 12:23 WIB, mobil berwarna hitam yang membawa isterinya pun tiba di gedung KPK. Heni terlihat mengenakan baju abu-abu dan membawa selendang berwarna ungu yang ia jadikan penutup rambut.

Senada dengan suaminya, Heni pun bungkam dan langsung berjalan menuju lobi lembaga antirasuah untuk segera menjalani pemeriksaan.

Dua orang yang diamankan KPK lainnya yakni pihak Pegawai Negeri Sipil (PNS) bernama Wati dan kontraktor bernama Juhari juga telah tiba di gedung KPK, mereka dibawa oleh dua mobil berbeda lain.

Keempatnya saat ini tengah menjalani pemeriksaan lanjutan oleh penyidik KPK untuk menentukan statusnya setelah tertangkap tangan tim satuan tugas KPK, Selasa (14/5) malam.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut dalam operasi senyap tersebut pihaknya telah berhasil mengamankan uang senilai ratusan juta.

“Diamankan uang sekitar ratusan juta,” ungkap Febri dalam pesan singkatnya, Selasa (15/5) malam.

Febri mengatakan informasi lebih lanjut terkait operasi senyapnya kali ini akan disampaikan dalam konferensi pers di gedung KPK, Rabu (15/5) hari ini. (sas)