Jakarta, (Tagar 16/5/2018) – Moeldoko ingin menghidupkan kembali satuan elit TNI Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) dari ketiga angkatan untuk menanggulangi tindak kejahatan terorisme.

“Saya sudah laporkan kepada Presiden Joko Widodo kemarin, dan beliau tertarik. Nanti kita akan bicarakan dengan Panglima TNI (Marsekal Hadi Tjahjanto)," kata Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Rabu (16/5).

Moeldoko pernah membentuk Koopssusgab TNI saat dia menjabat sebagai panglima TNI pada 2015, yang dibentuk untuk menghadapi persoalan penanggulangan terorisme di Indonesia.

Koopssusgab terdiri atas 90 prajurit terbaik dari Kopassus, Denjaka AL dan Paskhas AU.

Pada saat peresmian Koopssusgab tiga tahun lalu, pasukan gabungan tersebut diberi pelatihan dan pembinaan untuk dapat menyusun doktrin dan pemetaan terorisme, sehingga ketika ancaman teror muncul, pasukan dapat diterjunkan dengan cepat.

Saat itu Koopssusgab disiagakan di wilayah Sentul, Jawa Barat, untuk berlatih dengan status operasi, sehingga bisa setiap saat diterjunkan dalam proses penanggulangan antiteror.

Mantan panglima TNI itu mengatakan, pasukan gabungan tersebut sudah dibekukan, sehingga perlu persetujuan Presiden Joko Widodo untuk menghidupkannya kembali.

“Sepertinya dibekukan. Perlu lapor lagi ke Presiden," tukas Moeldoko. (ant/yps)