Makassar, (Tagar 16/4/2018) - Massa paslon nomor urut dua, Danny Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) kembali melakukan aksi unjuk rasa di Fly Over Jalan Urip Sumaharjo Makassar, Senin (16/4) siang.

Aksi Massa DIAmi ini terkait gugatan paslon nomor dua, Munafri Arifuddin-Rahmatika Dewi (Appi-Cicu) di sengketa pilkada Makassar yang saat ini sedang disidangkan di Mahkamah Agung.


Salah seorang orator aksi dari Forum Aksi Sipakaingan (Forsip) Muslimin, mengatakan bahwa mereka menganggap ada intervensi penguasa di negeri ini yang ingin mengacaukan pilkada Makassar, untuk kepentingan pribadi.

"Kami menganggap adanya intervensi orang-orang pusat saat ini. Bisa kita lihat siapa-siapa orang pusat tersebut. Kami berharap orang tersebut jangan mengacaukan pilkada Makassar untuk kepentingan pribadi," ujar Muslimin, Senin (16/4) di Fly Over Makassar.

Menurut Muslimin, demokrasi yang terjadi di Indonesia, khususnya demokrasi di Makassar ini dicederai adanya kepentingan politik yang ingin menguasai kota Makassar secara pribadi demi keuntungan bisnis.

"Tuntutan kami mudah-mudahan bapak Jusuf Kalla tidak memihak kepada salah satu calon. Tetapi Bapak JK selaku seorang tokoh bangsa dan seorang negarawan menjadi penengah dalam demokrasi saat ini," sambungnya

Forum Siapainga belum secara langsung serta detail menyatakan JK memihak kepada salah satu calon. "Tetapi apa yang terjadi saat ini kita melihat dari salah satu pasangan calon ini adalah dari keluarga pengusaha besar yang ada di Indonesia," tegas Muslimin lagi.

Aksi massa (DIAmi) ini sempat memacetkan jalan Pettarani menuju arah Tol Reformasi Makassar, serta jalan Urip Sumihargo menuju arah Perintis Kemerdekaan. Setelah menyampaikan beberapa tuntutan, massa membubarkan diri dengan tertib. (rio)