Medan,(Tagar 16/4/2018) - Politika Research Center (PRC) merilis survey Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara yang berlangsung akhir Maret 2018 di Hotel JW Marriot Medan, Senin (16/4) siang.

Hasil survey berdasarkan tiga aspek yaitu kemampuan, karakteristik dan kepribadian calon gubernur - wakil gubernur Sumatera Utara (Sumut). Dalam simulasi dua pasang, pasangan Calon Edy Rahmayadi - Musa Rajeck Shah (Eramas) mendapatkan dukungan publik 48,7 %, sedangkan pasangan calon Djarot Syaiful Hidayat- Sihar Sitorus (Djoss) 38,3 %.

"Survey ini bertujuan untuk mengukur persepsi publik berkaitan dengan figur atau sosok pemimpin yang dirindukan masyarakat Sumut lima tahun ke depan," ujar Direktur PRC Rio Prayogo dalam persentase press releasenya yang disampaikan ke wartawan.

Dalam paparan hasil survey PRC dari tiga aspek tersebut, Rio menjelaskan kelebihan  masing-masing pasangan calon.

Kelebihan Calon
Dari segi kemampuan  yang menjadi kelebihan pasangan Eramas yaitu menjaga kamtibnas dan menanggulangi premanisme, menyelesaikan ketimpangan dan mengentaskan kemiskinan, serta menjaga plurarisme. Sedangkan  yang menjadi kelebihan pasangan Djoss yaitu, berpengalaman dalam memimpin pemerintahan, mampu memperbaiki infrastruktur dan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dari segi karakteristik Eramas dipandang sebagai pasangan yang menghargai perbedaan, adil dan merangkul semua pihak serta paling serasi dan saling melengkapi. Sementara pasangan Djoss dinilai paling berpengalaman dalam memimpin dan menguasai masalah pembangunan.

Adapun dari segi kepribadian, pasangan Eramas dinilai sebagai pasangan bijaksana dan tegas dalam mengambil keputusan dan dipercaya mampu membawa perubahan. Sedangkan pasangan Djoss dipersepsikan sebagai pasangan yang ramah  dan komunikatif kepada masyarakat serta sederhana dalam hidup.

Dijelaskan Rio, dari tiga aspek tersebut, survey menemukan pasangan cagub-cawagub yang diharapkan masyarakat Sumut yang tegas dan berpengalaman dalam memimpin pemerintahan. Masyarakat Sumut merindukan pemimpin yang memiliki kemampuan, kerakteristik sekaligus kepribadian yang baik untuk perubahan Sumut.

Mayoritas juga sudah mantap dengan pilihannya dan tak lebih dari 35 % pemilih yang mengaku mungkin mengubah pilihan atau belum menentukan pilihan.

"Adapun faktor yang cukup dominan mengubah pilihan publik adalah tawaran program program yang lebih meyakinkan untuk perubahan Sumut," tandas Rio. (wes)