Semarang, (Tagar 16/4/2018) - Sadikin Uma Sangaji, 35, penghuni kos di Jalan Untung Suropati No 76 A, Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, ditemukan tewas di kamar kosnya, Minggu (15/4). Pria asal Desa Waina RT 8 RW 4, Kecamatan Mangoli Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara tewas dengan luka tusuk di dada sisi kiri.

"Ada luka tusuk di dada, satu luka tusukan. Ini kita masih di sungai mencari barang buktinya," ungkap Kapolsek Ngaliyan Kompol Donny Eko Listianto.

Orang yang diduga membunuh Sadikin belakangan diketahui teman satu kosnya, Hamsir, 25, pemuda asal Maluku juga. Usai membunuh, Hamsir mendatangi Mapolsek Semarang Barat guna menyerahkan diri. 

Kasus ini selanjutnya diserahkan ke Mapolsek Ngaliyan untuk proses pemeriksaan.

"Dia masih diperiksa penyidik. Motifnya belum tahu, masih kami dalami. Termasuk apakah dilakukan sendiri atau dibantu orang lain," ujar Donny.

Informasi yang dikumpulkan, tubuh tak bernyawa Sadikin pertama kali ditemukan sesama penghuni kos, Zufri Al Mustafa (21), sekitar pukul 09.00 WIB. Pagi itu Zufri bermaksud mengambil charger handphone yang dipinjam korban. Saat di dalam kamar itulah, korban diketahui sudah tergeletak tak bernafas di lantai kamar.

"Aku bangun tidur, kemudian ke kamarnya untuk ambil charger. Aku lihat dia sudah tak bernyawa, mukanya pucat dan ada bekas luka tusuk di dada kiri," beber dia.

Zufri lantas memberitahukan temuannya ke penghuni kos lain, termasuk kepada keponakan korban, Sulfikar Sangaji yang juga tinggal satu kos.

Pembunuhan tersebut juga langsung dilaporkan ke petugas kepolisian. Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), jenazah korban dievakuasi ke RSUD untuk perawatan sekaligus pemeriksaan seputar penyebab kematian.

"Kejadiannya mungkin pas kami tidur, jadi tidak tahu. Juga karena apa, aku juga tidak tahu. Tapi pelaku dan korban saling kenal. Kan asalnya sama dengan daerah kami dan pelaku sudah kami anggap saudara," tukas Zufri. (ags)