Jakarta, (Tagar 15/9/2018) - Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, indeks ketersediaan lapangan kerja saat ini masuk dalam zona pesimis yang merupakan suatu bukti bahwa ekonomi harus diorientasi ulang dengan fokus ke rakyat.

"Sekarang sektor manufaktur sudah di bawah 20 persen, juga indeks ketersediaan lapangan kerja masuk ke dalam zona pesimis," kata Bakal Calon Wakil Presiden (cawapres) Sandiaga di Jakarta Selatan, Jumat (14/9) malam.

Sandiaga menjelaskan bahwa kebijakan yang selama ini kurang berpihak kepada sumber-sumber produksi nasional.

Dia memastikan bahwa pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno akan hadir memberikan kebijakan yang kuat dan tegas dalam mengambil kendali ekonomi. "Dengan protek kepentingan Indonesia, khususnya tenaga kerja Indonesia," ujarnya.

Sandiaga mengemukakan, “Kondisi ekonomi yang terjadi saat ini di Tanah Air banyak menyalahkan ekonomi eksternal.”

Padahal, menurut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini, kalau fokus pada ekonomi nasional dengan melakukan reformasi struktural pada empat tahun lalu, maka ketergantungan pada impor bisa dikurangi.

“Ketergantungan terhadap lapangan kerja yang sekarang banyak diambil oleh tenaga kerja asing bisa dipastikan tereduksi secara signifikan, karena bisa membangun industri-industri yang menyerap lapangan kerja,” ujarnya.

Sandiaga yakin bahwa pemerintahan yang kuat yang nantinya dipimpin Prabowo dan tim ekonomi yang kuat, maka akan mampu secara perlahan mengangkat pertumbuhan ekonomi.

"Pertumbuhan ekonomi yang penting adalah pertumbuhannya berkualitas, pertumbuhannya merata, itu yang kita harapkan," kata Sandiaga.

Kebijakan Berpihak Rakyat

Sebelumnya, Sandiaga mengatakan Prabowo-Sandiaga ingin menghadirkan kepemimpinan yang kuat dan tegas, tidak terombang-ambing dengan kepentingan yang tidak sesuai dengan kepentingan nasional.

"Kami berani dan Insya Allah kita hadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat," kata Sandiaga saat bertemu Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, di Gedung PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat.

Pemerintah yang kuat dengan pola kepemimpinan tegas, kata Sandiaga lagi, harus berani. “Bukan hanya mengerti apa yang terjadi di bidang ekonomi, tapi untuk mengimplementasikan, menakhodai serta mengambil kontrol terhadap kebijakan ekonomi sehingga tidak tersandera oleh bandit-bandit politik,” ujarnya.

Menurut dia, rakyat masih banyak yang mengeluhkan kondisi ekonomi sekarang. “Tapi saat ini bukan mengeluh tapi harus berani untuk melakukan perbaikan, agar arah ekonomi baik ke depan,” kata dia pula.

Saat bertemu Dahnil, Sandiaga seperti dilansir Antaranews juga berdialog terkait isu-isu yang diangkat mengenai integritas bangsa dan bagaimana melawan korupsi serta masalah lingkungan.

Dahnil mengatakan bahwa pemimpin itu harus terbiasa melayani dan harus terbiasa berdialog dengan siapa saja. "Kami yakin Bang Sandi punya kapasitas untuk itu, karena itu saya senang. Jadi pesan simbolik bahwa visi utama menjadi presiden dan wakil presiden itu untuk melayani," kata Dahnil.

Dia juga menyampaikan bahwa masalah bangsa saat ini bukan hanya sekadar teknis ekonomi, bukan hal-hal yang teknokrasi. "Masalah kita berbangsa dan bernegara terkait ekonomi, itu sesungguhnya terkait kepemimpinan ekonomi yang miskin integritas. Jadi masalah utama kita integritas ekonomi," kata Dahnil pula. []