Bandung, (Tagar 16/4/2018) - Komisi IV DPRD Jabar mendesak AP II dan PT BIJB segera menyelesaikan pembangunan landas pacu atau runway 500 meter. Pasalnya, kewajiban membangun sisa runway 500 meter menjadi konsekuensi atas  MOU kerjasama antara PT BIJB dengan AP II yang berakibat kucuran dana APBN Rp 350 miliar pun gagal diberikan untuk BIJB.  
 
“Kita tetap dorong, saya bilang ini kewajiban karena berdasarkan MOU PT Angkasa Pura II dengan PT BIJB itu. Jadi, tidak bisa lagi bantuan dari APBN masuk ke proyek ini untuk menyelesaikan landas pacu 500 meter,” tutur Wakil Ketua Komisi IV dari Fraksi Partai Gerindra, Daddy Rohanady, di Bandung, Senin (16/4).
 
Lebih lanjut dia menjelaskan, penyelesaian landas pacu 500 meter ini sudah menjadi kewajiban operator yaitu, PT AP II dengan PT BIJB dan konsekuensinya lagi. Apabila saham BIJB tereduksi maka Pemprov Jabar lagi-lagi harus menambah penyertaan modal. Jadi akhirnya ke beban penyertaan modal dan multiplayer effect akhirnya.
 
“Jadi kita sudah jaga-jaga soal ini, apa yang harus dilakukan. Komisi IV akan kejar betul soal kewajiban PT AP II dan PT BIJB ini, “ tegasnya. Mudah-mudahan tahun depan bisa berangkatkan haji dengan pesawat berbadan besar 777, tambahnya. (fit)