Tangerang Selatan, (Tagar 16/5/2018) – Dua terduga teroris ditangkap saat sedang mengendari sepeda motor di Kota Tangerang. Di Tangerang Selatan, puluhan polisi bersenjata lengkap melakukan pemeriksaan identitas seluruh penghuni yang sebagian besar merupakan pendatang di petak-petak kontrakan Jalan Masjid Darussalam, Kedaung Pamulang, Rabu (16/5).

“Tadi ada empat mobil besar, anggotanya ke petak-petak kontrakan. Terus menanyakan identitas KTP dan KK," kata Rani, salah satu penghuni salah satu petak kontrakan di Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan, Rabu (16/5).

Dia menyebutkan, aparat yang dilengkapi dengan senjata lengkap tersebut tak hanya memeriksa identitas, tapi ikut mengimbau agar masyarakat segera melaporkan apabila ada tindakan yang mencurigakan di sekitar tempat tinggal.

“Tadi Bapak polisi bilang kalau memang ada yang mencurigakan langsung lapor. Ke Brimob kan dekat," kata dia.

Pemilik kontrakan Ali Marwan mengatakan, saat pemeriksaan terjadi dirinya sedang tidak ada di rumah. Namun menurut penjelasan istrinya, rombongan polisi datang bersama ketua RT setempat.

“Sedikitnya ada 33 pintu yang diperiksa. Semua penghuninya diminta menunjukkan identitas. Lagipula sebelumnya kalau ada yang mau mengontrak juga dimintai identitas," ujar Ali.

Dia menambahkan, sampai saat ini tidak ada tindakan mencurigakan dari seluruh penghuni rumah kontrakan miliknya. Namun kewaspadaan akan tetap ditingkatkan, mengingat seluruh penghuni kontrakan merupakan pendatang.

“Saya terus berkoordinasi. Kalau memang ada yang mencurigakan akan langsung saya laporkan," ujar dia.

Terduga Naik Motor

Sementara itu, dua terduga teroris yang menjadi target Tim Densus 88 Antiteror, yakni MC dan GH ditangkap saat sedang mengendari sepeda motor.

Saridewi, warga Jalan Gempol Raya RT 04/02 Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang yang melihat kejadian tersebut mengatakan, kedua terduga teroris sempat melakukan perlawanan saat ditangkap dan berusaha melarikan diri.

"Sempat terdengar bunyi tembakan lalu keduanya berhasil ditangkap oleh petugas," ujar Saridewi.

Saridewi menyebutkan, MC dan GH sudah menempati rumah kontrakan yang saat ini sedang dilakukan penggeledahan selama enam bulan.

Adapun pekerjaan yang diketahui oleh warga setempat adalah sebagai penjahit. Sehingga warga sekitar tidak ada yang menaruh curiga jika ada keterlibatan teroris.

“Kami kaget saja kalau ternyata ada keterlibatan teroris. Sebab warga di sini mengenalnya sebagai konveksi jahit saja," ujarnya.

Sebelumnya, Densus 88 berusaha menangkap terduga teroris berinisial MC dan GH. Mereka berdua diduga mengumpulkan dana untuk jaringan teroris dan pelatihan semi militer di Sukabumi, Jawa Barat, dalam rangka perencanaan amaliyah kelompok JAD Jabodetabek pimpinan KOS dan DS.

Kelompok tersebut juga diduga merencanakan amaliyah menggunakan senjata tajam, panah yang dilengkapi bom dan pisau komando di sejumlah markas dan pos polisi di Bogor, Bandung, Jakarta, dan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. (ant/yps)