Jakarta, (Tagar 28/9/2018) – Razman Arif Nasution menilai, isu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sengaja digoreng alias digaungkan kubu lawan untuk melemahkan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Isu ini sengaja digaungkan, ditanam untuk melemahkan pemerintah," kata Razman dalam diskusi publik bertajuk "Awas Penumpang Gelap Bikin Gaduh Pilpres", yang diselenggarakan Aliansi Rakyat Bersatu, di Jakarta, Jumat (28/9).

Juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin itu mengatakan, isu terkait dolar ini dikaitkan dengan naiknya harga kebutuhan pokok. Padahal, kata dia, segala persoalan ekonomi nasional dipengaruhi krisis global.

Dia menekankan segala tantangan dalam perekonomian saat ini sedang berusaha diselesaikan pemerintahan Jokowi.

"Saat ini Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani, sama dengan Menteri Keuangan era pak SBY. Persoalan sedang diselesaikan," tegas dia.

Sementara itu, Ketua Aliansi Rakyat Bersatu Syarifuddin mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar saat ini masih jauh dibandingkan dengan bencana krisis moneter 1998.

Sebagai elemen masyarakat, Aliansi Rakyat Bersatu meminta masyarakat untuk tidak panik dengan situasi saat ini.

"Jangan ada yang mempolitisasi, menakut-nakuti, karena ini berbeda sekali dengan krisis moneter 98," ujar Syarifuddin dalam diskusi yang sama seperti dilansir Antaranews.

Aliansi Rakyat Bersatu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung kebijakan pemerintahan Jokowi-JK agar nilai tukar rupiah kembali menguat. []