Semarang, (Tagar 30/6/2018) - Persentase suara pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah berdasarkan hitung cepat Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencapai 58,80 persen (10.197.593 suara).

Posisi angka persen itu berdasarkan entri Model C1 dari 62.969 tempat pemungutan suara atau 98 persen dari 63.973 bersumber dari https://infopemilu.kpu.go.id/pilkada2018/hasil/cepat/t1/jawa_tengah.

Namun, pada hari Sabtu (30/6) pukul 12.52 WIB, ketika diklik, tidak bisa meski bisa membuka website KPU RI.

Padahal, pada hari Jumat (29/6) siang, kita bisa melihat data tiap kota dan kabupaten hingga TPS perolehan suara pasangan Ganjar-Yasin dan pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah.

Data terakhir yang didapat dari hasil hitung cepat kedua pasangan itu tidak terlampau jauh dari jumlah kursi partai pendukung dan pengusung kedua pasangan itu di DPRD Provinsi Jawa Tengah.

Partai pengusung pasangan Ganjar-Yasin adalah PDIP sebanyak 27 kursi DPRD Provinsi Jawa Tengah, Demokrat (delapan kursi), PPP (delapan kursi), dan Nasdem (empat).

Setelah Partai Golkar (10 kursi) menyatakan sebagai partai pendukung pasangan tersebut, totalnya menjadi 58 kursi DPRD Provinsi Jateng.

Sementara itu, pasangan Sudirman-Ida untuk sementara meraih 41.20 persen (7.144.539 suara) pada hari-H pencoblosan Pemilihan Gubernur dan Wagub Jateng, 27 Juni 2018.

Persentase ini hampir mendekati total kursi partai pengusung sebanyak 42 kursi DPRD Provinsi Jateng. Partai pengusung adalah PKB (13 kursi), Gerindra (11 kursi), PKS (10 kursi), dan PAN (delapan kursi).

Hal itu, kata Ketua Program Magister Ilmu Politik FISIP Universitas Diponegoro Semarang Teguh Yuwono menunjukkan mesin politik di Jawa Tengah lebih besar pengaruhnya ketimbang faktor figur.

"Ini terjadi karena soliditas dan loyalitas pada partai lebih tinggi daripada pada figur," kata Teguh yang juga alumnus Flinders University Australia seperti dilansir Antara.

Pilkada 2013 Jika rekapitulasi hasil penghitungan suara di KPU Provinsi Jateng, yang dijadwalkan mulai 7 hingga 9 Juli 2018, tidak jauh berbeda dengan hitung cepat KPU, hasil pilkada tahun ini bisa dikatakan sesuai dengan modal dukungan kedua pasangan calon tersebut.

Beda dengan hasil Pilkada Jateng 2013. Ganjar Pranowo yang berpasangan dengan Heru Sudjatmoko mampu meraih sebanyak 6.962.417 (48,82 persen).

Padahal, pada pilkada tersebut pasangan ini hanya diusung satu partai, PDI Perjuangan yang pada Pemilu 2009 meraih 23 kursi DPRD sehingga mampu mengantarkan pasangan Ganjar-Heru menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng.

Rivalnya, pasangan Bibit Waluyo-Sudijono Sastroatmodjo meraih 4.314.813 suara (30,26 persen). Persentase suara pasangan ini di bawah jumlah kursi parpol pengusung di DPRD Provinsi Jateng sebanyak 37 persen.

Bibit sebelumnya diusung PDI Perjuangan, pada Pilgub Jateng 2013 diusung Partai Demokrat (16 kursi), Partai Golkar (11 kursi), dan Partai Amanat Nasional (PAN) sebanyak 10 kursi DPRD Provinsi Jateng.

Pasangan Hadi Prabowo-Don Murdono yang diusung parpol pengusung dengan kekuatan 40 kursi di DPRD Provinsi Jateng hanya mampu meraih 2.982.715 suara (20,92 persen).

Enam parpol pengusung pasangan Hadi Prabowo-Don Murdono, yakni PKS (10 kursi), Gerindra (sembilan kursi), PKB (sembilan kursi), PPP (tujuh kursi), Hanura (empat), dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) satu kursi DPRD Provinsi Jateng.

Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan memenangkan pasangan Ganjar-Yasin pada Pilgub Jateng 2013 meski tanpa koalisi. Bahkan, persentasenya melebihi 23 persen dari total kursi DPRD Provinsi Jateng. Hal ini, menurut politikus Iqbal Wibisono, karena partai pengusung kompak.

Hal lain yang memengaruhi hasil Pilgub Jateng 2013, kata Iqbal yang juga Ketua Harian DPD I Partai Golkar Provinsi Jateng, ketokohan dan semangat rakyat untuk memilih pemimpin baru yang tidak terkooptasi oleh pemimpin lama.

Hal ini dicerminkan oleh majunya Bibit dan Hadi Prabowo yang sebelumnya berduet mesra sebagai gubernur dan sekretaris daerah. Namun, tiba-tiba dalam Pilgub Jateng 2013, mereka malah sama-sama berkontestasi. Pandangan itulah yang menurut rakyat Jateng kurang menarik.

Kondisi seperti itu, kata Iqbal, justru menguntungkan pasangan Ganjar-Heru.
Sebelumnya, pada Pilgub Jateng 2008, PDI Perjuangan mengusung pasangan Bibit-Rustriningsih. Partai ini juga mengantarkan pasangan ini menjadi gubernur/wakil gubernur.

"Partai pengusung punya andil besar pada Pilgub Jateng meskipun tokohnya hebat," kata Iqbal.

Menyinggung data sementara dari KPU atau berdasarkan hitung cepat, Iqbal sependapat dengan Teguh Yuwono, khususnya terkait dengan bekerjanya mesin politik hingga perolehan suara (sementara) hampir sama dengan total kursi parpol pendukung di DPRD Provinsi Jateng.

Di lain pihak, politikus Partai Golkar itu menyatakan bahwa kemenangan pasangan Ganjar-Yasin adalah kemenangan rakyat Jawa Tengah.

Hal ini tidak lepas dari kehebatan calon dan partai pengusung serta sukarelawan pasangan Ganjar/Yasin yang memang memiliki pengalaman yang lengkap untuk memenangi Pilgub Jateng 2018.

100 Persen Kehebatan pasangan Ganjar/Yasin juga ditunjukkan di 14 tempat pemungutan suara (TPS) dengan perolehan 100 persen dari suara sah pada Pilgub Jateng 2018 di Kabupaten Boyolali.

Seperti diwartakan Antara, Jumat (29-6-2018), anggota Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS) 4 Desa Tambak Boyolali Giyanto menyebutkan pasangan Ganjar/Yasin meraih 100 persen suara sah di TPS 4 Tambak.

Dari hasil penghitungan suara, pasangan Ganjar-Yasin meraih 376 suara, sedangkan pasangan Sudirman-Ida nihil. Pada pencoblosan di TPS ini, 27 Juni, tercatat 20 kertas suara dinyatakan rusak.

Menyinggung keberadaan saksi pasangan calon, Giyanto menjelaskan bahwa saksi dari dua peserta Pilgub Jateng ada di lokasi. Akan tetapi, saksi dari pasangan Sudirman-Ida datang dari luar dukuh. Saksi itu sudah melakukan pencoblosan atau memilih di kampungnya.

Anggota KPU Kabupaten Boyolali Pardiman menggatakan bahwa perolehan 100 persen dari suara sah tidak hanya di TPS 4 Desa Tambak, tetapi di 13 TPS lainnya.

Ia lantas menyebutkan lokasi ke-14 TPS tersebut, yakni di Kecamatan Selo ada enam TPS yang terdiri atas TPS 8 Desa Lencoh, TPS 4 (Suroteleng), TPS 1 dan 3 (Senden), serta TPS 1 dan 3 (Jeruk).

Pasangan Ganjar-Yasin juga meraih 100 persen dari suara sah di sejumlah TPS di Kecamatan Juwangi, yakni di TPS 1 dan 3 Desa Krobokan, TPS 4 (Cerme), dan TPS 2 (Kayen). Begitu pula, di Kecamatan Mojosongo, yaitu TPS 4 Desa Tambak, Wonosegoro TPS 2 dan 4 (Bengkle), serta Musuk di TPS 4 (Cluntang). (ant/rmt)