Jakarta, (Tagar 16/4/2018) - Politikus PKS Nasir Djamil merasa tak yakin Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto akan maju menjadi calon presiden pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

“Pertanyaan saya apa mungkin Prabowo maju? Saya tidak yakin Prabowo maju,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/4).

Ia menilai, tiket sebagai calon presiden tak akan digunakan Prabowo untuk maju menghadapi lawan politiknya. Malah, akan diberikan pada orang lain, dengan inisial GN.

“Saya punya analisa itu, tiket itu akan diberikan ke orang lain. Paling berkesempatan untuk mendapatkan itu adalah GN,” katanya.

Analisa anggota Komisi III tersebut tak sembarangan, menurutnya, Pilpres akan memakan biaya yang cukup besar, apalagi, kata dia, biaya logistik Prabowo sudah terkuras ketika melawan Jokowi pada Pilpres 2014 lalu. 

Dengan alasan itu, Prabowo diyakini akan memberikan tiket perburuan RI 1 kepada kandidat lain.

"Pilpres ini adalah besar biayanya. Saya pikir mungkin Prabowo sudah, bukan saya tidak percaya dengan Prabowo ya, tapi saya lihat logistiknya di 2014 kemarin sudah terkuras," terangnya.

"Saya tidak tahu selama lima tahun kemarin ini dia sudah mendapatkan logistik balik atau tidak. Tapi, saya punya firasat Prabowo tidak maju. Dia akan memberi tiket itu ke calon yang lain," ucapnya menambahkan.

Gerindra sebelumnya telah mendeklarasikan dukungan terhadap Prabowo Subianto dalam rapat kerja nasional di Hambalang, Kamis (12/4).

Majunya Prabowo pun sudah diyakinkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjend) Gerindra Ahmad Muzani. Bahkan, Ia menepis kemungkinan Prabowo menjadi King Maker.

"Pak Prabowo adalah calon presiden yang sudah kami tetapkan dalam rapat pimpinan nasional. Sehingga, saya kira, putusan itu bersifat sesuatu yang sudah final," ungkapnya di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (13/4). (nhn)