Florida, (Tagar 7/8/2018) - Roket Falcon 9 membawa Satelit Merah Putih. Satelit milik PT Telkom Tbk ini berhasil mengudara dan menempati orbitnya sekitar 11 hari mendatang atau pada 18 Agustus 2018.

Telkom memastikan peluncuran Satelit Merah Putih dilaksanakan pada Selasa, 7 Agustus 2018 waktu setempat di Cape Canaveral Air Force Station, Orlando, Florida AS.

"Proses penyatuan roket dan satelit telah dilaksanakan sehingga tinggal menunggu waktu peluncuran saja," kata Direktur Network & IT Solution (NITS) Telkom, Zulhelfi Abidin di Forida.

Space Exploration Technologies Corporation (SpaceX), yang ditunjuk PT Telkom sebagai kontraktor peluncuran, melaporkan Satelit Merah Putih saat ini telah dirangkai menjadi satu dengan roket dan siap diluncurkan.

Abidin menjelaskan, peluncuran Satelit Merah Putih menghemat biaya sekitar 25 persen dari peluncuran satelit sebelumnya. Satelit Telkom 3S, yang diluncurkan pada 15 Februari 2016, menelan 215 juta dolar AS, sedangkan proyek peluncuran Satelit Merah Putih hanya menghabiskan 165 juta dolar AS, sudah termasuk biaya asuransi sebesar 10 juta dolar AS.

Penghematan terjadi karena Satelit Merah Putih menggunakan roket pendorong milik Space X yang dapat digunakan berulang. Teknologi yang diterapkan SpaceX itu dapat menghemat biaya, karena sistem roket pendorong dapat digunakan kembali hingga sepuluh kali pemakaian.

Peluncuran Satelit Merah PutihRoket Falcon 9 membawa Satelit Merah Putih pada peluncuran di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, Senin (6/8/2018). Satelit milik PT Telkom Tbk, itu berhasil mengudara dan akan menempati orbinya sekitar 11 hari mendatang atau pada 18 Agustus. (Foto: Antara/Saptono)

Dengan Peluncuran Satelit Merah Putih diharapkan dapat menuntaskan secara cepat masalah komunikasi di seluruh Indonesia, terutama di pelosok dan wilayah terluar Indonesia, selain juga menjadi peluang bisnis baru bagi PT Telkom di kawasan Asia Selatan.

Sebelumnya Menteri BUMN Rini Soemarno memastikan Satelit Merah Putih siap diluncurkan setelah meninjau langsung persiapan peluncuran di SpaceX, Cape Canaveral Air Force Station, Florida, 24 Juli 2018.

Dalam keterangan tertulisnya, Rini mengharapkan proses peluncuran Satelit Merah Putih milik Telkom itu dapat berjalan lancar hingga menempati slot orbitnya 108 derajat Bujur Timur (108 BT).

"SpaceX segera meluncurkan satelit Merah Putih. Harapan saya dan tentunya kita semua adalah roket Falcon 9 dapat sukses membawa satelit tersebut ke slot orbit sehingga Satelit Merah Putih bisa menjalankan tugasnya dalam menopang kemajuan industri nasional, mendukung konektivitas bangsa Indonesia, serta mempermudah dan memperluas akses komunikasi bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

Satelit Merah Putih membawa 60 transponder aktif yang terdiri atas 24 transponder C-Band dan 12 transponder Extended C-Band yang akan melayani wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, serta 24 transponder C-Band yang akan menjangkau kawasan Asia Selatan.

Satelit ini mengandalkan platform SSL 1300 dengan usia desain 16 tahun.

Pembangunan Satelit Merah Putih melibatkan dua perusahaan Amerika Serikat, yakni SSL sebagai pabrikan pembuat satelit serta SpaceX sebagai perusahaan penyedia jasa peluncuran satelit.

SSL adalah manufaktur satelit yang ternama dan berhasil menuntaskan pembangunan Satelit Merah Putih lebih cepat dari jadwal.

Menurut Rini seperti dikutip Antara, kehadiran Satelit Merah Putih merupakan sebuah kebanggaan dan pencapaian luar biasa untuk memperkuat posisi Indonesia dalam kancah dunia digital di tingkat internasional.

"Satelit ini tak hanya akan memancarkan sinyal ke Indonesia, tetapi juga kawasan Asia Selatan. Ini artinya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) makin kencang go international membawa nama Indonesia," ujarnya. []