Pekalongan, (Tagar 13/7/2018) - Sebentar lagi Kabupaten Pekalongan akan mempunyai pasar rakyat yang megah dan modern. Hal ini dimulai dengan peletakan batu pertama pembangunan Pasar Kedungwuni.

Peletakan batu pertama ini dilakukan langsung oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH, MSi didampingi Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan.

Pembangunan Pasar Kedungwuni ini dilakukan dengan pembangunan Blok B dan C. Total anggaran sebesar Rp 26 miliar, berasal dari APBD Kabupaten Pekalongan Rp 16 miliar dan Rp 10 miliar dari bantuan Provinsi Jawa Tengah.

Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi berharap nantinya Pasar Kedungwuni ini akan menjadi pusat perbelanjaan konveksi terbesar di Jawa Tengah. “Saya punya obsesi karena Kabupaten Pekalongan ini merupakan sentra industri, maka nanti pusat pemasarannya tidak usah jauh-jauh ke Tanah Abang, Cipulir, Klewer dan lain sebagainya. Cukup di Kedungwuni ini saja. Alangkah indahnya para pedagang datang ke sini,” tutur Kholbihi.

Lebih lanjut Kholbihi mengatakan proses perpindahan sekitar 2000 pedagang dari pasar induk lama ke pasar darurat berjalan baik. "Ini menandakan bahwa, pertama, warga pasar sangat mendukung program pemerintah. Kedua, kita memang antisipatif, selalu membuka komunikasi," ujar Kholbihi.

Sementara itu Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan berharap nantinya masyarakat dan pedagang dapat mendukung pembangunan pasar rakyat tersebut agar bisa berjalan dengan optimal dan dalam pelaksanaan pembangunannya bisa selesai tepat waktu.

"Kita berharap pasar ini nantinya dapat dimanfaatkan dan dijaga dengan baik. Khususnya dalam menjaga kebersihan pasar agar tercipta suasana yang nyaman sehingga semakin menarik minat pembeli," kata Wawan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinperindagkop dan UKM) Kabupaten Pekalongan Ir. Hj. Hurip Budi Riyantini mengatakan Pasar Kedungwuni terdiri darib 11 blok yakni A sampai K. Yang sudah dibangun ada dua blok dan tahun ini dua blok lagi. 

"Masih ada tujuh blok lagi yang akan kita bangun hingga tahun 2020. Tahun 2018 ini kita bangun Blok B dengan anggaran sebesar Rp 16 miliar yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Pekalongan dan Blok C dengan anggaran sebesar Rp 10 miliar yang bersumber dari dana bantuan Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Masih menurut Tining, panggilan akrab Hurip Budi Riyantini, pemenang lelang untuk Blok B adalah PT. Hexindo Multi Utama dari Jakarta dengan nilai kontrak Rp 15.564.200.000 dan Blok C dimenangkan PT. Elsa Graha Multi Karya Jakarta, dengan total kontrak sebesar Rp 9.656.125.000. (Fet)