Jakarta, (Tagar 10/6/2018) - Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan mengaku prihatin, sedih, dan kecewa dengan pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais. 

"Saya prihatin, sedih dan kecewa, makin lama pernyataan Pak Amin kurang tepat, kurang pas dan jauh dari pernyataan seorang tokoh bangsa. Omongannya jauh dari data, tidak sesuai fakta dan cenderung ofensif. Bahkan cenderung dipaksakan, jauh dari nalar akal sehat dan tidak rasional. Tapi ini kan hari baik bulan baik, saya hormati, saya hargai dan kita coba pahami dan cermati sebagai bagian dari bahan introspeksi," kata Arteria kepada Tagar News, Sabtu (9/6).

Sebelumnya, Amien Rais kembali menunjukkan rasa ketidaksukaannya kepada Presiden Joko Widodo. Dia bahkan mengajak Jokowi berduel secara gentle.

"Jadi saya menantang Pak Jokowi, mari kita bertanding secara fair. Mari kita duel secara gentle. Artinya apa, kita nggak usah jihad dengan fisik, menimbulkan bloodshed (pertumpahan darah), itu nanti ada masanya, kalau semua mentok saya kira itu perlu. Tapi itu masih jauh, masih ada cara lain, yaitu kita turunkan dengan demokrasi dan konstitusi," kata Amien, dalam 'Tausyiah Kerakyatan 2019 Indonesia Pasca Jokowi' di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (9/6).

Arteria mempertanyakan, buat apa Amien menantang Pak Jokowi? 

"Buat apa juga beliau katakan 'mari kita bertanding secara fair. Mari kita duel secara gentle. Artinya apa, kita nggak usah jihad dengan fisik, menimbulkan bloodshed, tumpah darah?" tanya Arteria.

"Pak Amien saat ini terlihat begitu reaksioner. Saya khawatir itu akan kontraproduktif terhadap apa yg beliau perjuangkan dan menjadikan masyarakat pemilih menjadi tidak simpati kepada beliau," ujar Arteria. 

Baca juga: PDIP Minta Amien Rais Capres Dulu Lalu Tanding Melawan Jokowi

Bahkan Arteria mengaku dulu sebagai pengagum Amien Rais. "Tapi sekarang saya melihat Pak Amien tidak menempatkan diri sebagai bapak bangsa dan berselancar dalam pusaran kepentingan yang ujung-ujungnya kita tahu tujuannya 2019 ganti presiden," kata Arteria.

Dia pun meminta Amien lebih berhati-hati lagi dalam menyatakan hal-hal yang sensitif, seperti 'jihad dengan fisik, pertumpahan darah, bloodsheed nanti ada masanya'. 

"Jangan mencoba untuk memulai sesuatu yang sulit untuk diselesaikan. Indonesia ini harga mahal untuk pecah mengatasnamakan apapun. Jangan memancing konflik horizontal di antara sesama anak bangsa," tambah Arteria.

Dia menyarankan Amien Rais fokus melakukan kerja-kerja politik yang lebih konstruktif, terukur dan membangun persatuan.

"Buktikan ke publik kerja-kerja kerakyatan yang telah diperbuat. Yakinkan rakyat bahwa ide, visi, misi dan gagasan beliaulah yang lebih baik. Saya pikir itulah medan pertempuran dan perang yang sebenarnya. Daripada mengumbar pernyataan-pernyataan tanpa dasar dan jauh dari fakta yg semakin membuat rakyat tidak simpati," ucap Arteria. 

Sementara itu, menanggapi ucapan Amien Rais yang meminta Jokowi tidak melanjutkan kepemimpinannya dua periode dan menantang Jokowi untuk berduel, mantan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin menyebut hal itu merupakan hak dan pikiran Amien Rais. 

"Tentu ya itu hak dan pikiran Pak Amien Rais, di era reformasi ini seorang punya hak berbicara," katanya. 

Namun dia juga mengatakan adalah hak Jokowi juga untuk maju kembali. "Pak Jokowi juga punya hak untuk maju kedua kalinya karena dimungkinkan oleh konstitusi. Bebas saja di demokrasi seperti sekarang ini," ucap Din. (nhn)