Jakarta, (Tagar 10/6/2018) - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais kembali menunjukkan rasa ketidaksukaannya kepada Presiden Joko Widodo. Dia bahkan mengajak Jokowi berduel secara gentle.

"Jadi saya menantang Pak Jokowi, mari kita bertanding secara fair. Mari kita duel secara gentle. Artinya apa, kita nggak usah jihad dengan fisik, menimbulkan bloodshed (pertumpahan darah), itu nanti ada masanya, kalau semua mentok saya kira itu perlu. Tapi itu masih jauh, masih ada cara lain, yaitu kita turunkan dengan demokrasi dan konstitusi," kata Amien, dalam 'Tausyiah Kerakyatan 2019 Indonesia Pasca Jokowi' di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (9/6).

Menanggapi tantangan Amien tersebut anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari mengatakan duel yang konstitusional itu harus melalui pemilu.

Eva pun meminta agar Amien Rais mencari dukungan partai lebih dulu agar bisa mendaftar calon presiden dan kemudian bertanding melawan Jokowi.

"Dia cari dulu dukungan parpol 20% lalu daftar jadi calon presiden dan kemudian bertanding melawan Jokowi. Kita lihat rakyat memilih, memenangkan siapa antara Jokowi dan Amien Rais," ujar Eva kepada Tagar News.

Sementara itu Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi mengatakan tantangan dari Amien Rais tersebut lebih dimaksudkan sebagai tantangan dalam pemilu, bukan bermaksud merongrong pemerintah. 

Menurut Viva Yoga, pemilu merupakan jalan konstitusional yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali. "Pemilu sebagai sarana pengejahwantahan kedaulatan rakyat adalah jalan terbaik bagi masa depan Indonesia," kata Viva Yoga kepada Tagar News. (nhn)