Jakarta, (Tagar 16/5/2018) – HS (57), pelaku pelempar pisau ke dalam kawasan masjid kantor Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Polda Metro Jaya di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat pada Selasa (15/5), disebutkan membawa senjata tajam untuk menjaga diri.

"Dari informasi awal pelaku memang benar dia masuk ke Satpas SIM PMJ di Daan Mogot. Di sana dia akan membuat SIM baru karena SIM-nya hilang. Karena udah sore dia rencana mau tidur di masjid itu. Kemudian dicek karena dia bawa pisau katanya untuk menjaga diri. Jadi seperti itu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, Rabu (16/5).

Dia mengatakan, hingga saat ini polisi belum dapat menetapkan status terhadap pelaku tersebut. "Penangkapankan baru kemarin, baru kita amankan. Dia identitas tempat tinggalnya di daerah Jakarta Selatan," ucap dia.

Hingga saat ini polisi masih terus mendalami kasus tersebut. "Dia kan pengakuannya tinggal di sana (daerah Jakarta Selatan) kita masih dalami (alasan pelaku ingin menginap)," tuturnya.

Sebelumnya Polda Metro Jaya pada mendapat laporan bahwa pelaku tak dikenal melempar barang mencurigakan ke arah masjid di dalam kawasan Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Polda Metro Jaya di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat pada Selasa (15/5).

Peristiwa tersebut diterima Polda Metro Jaya pada Rabu (16/5) pagi.

“Kami baru mendapat laporan dari Siaga Operasi Polda Metro Jaya tentang kejadian tersebut,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, Rabu (16/5).

Argo Yuwono menyebutkan, awalnya petugas mencurigai gerak-gerik pelaku yang sedang berada di lokasi Satpas SIM Polda Metro Jaya Jakarta Barat.

"Kemudian petugas memanggil pelaku itu untuk dilakukan pemeriksaan. Tapi saat petugas ingin memeriksa pelaku, dia (pelaku) melempar sesuatu ke arah mesjid di lokasi tersebut," ucap dia.

Lalu lanjut dia menambahkan, petugas langsung mengecek barang yang sempat dibuang oleh pelaku tersebut.

"Saat petugas mengecek ternyata barang tersebut adalah pisau. Selanjutnya pelaku dan barang bukti itu dibawa ke unit dua Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya," ujarnya. (ron)