Makassar, (Tagar 28/6/2018) – Seluruh korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba pada Senin 18 Juni 2018 akan mendapat bantuan kemanusiaan dari Kementerian Sosial.

"Jumlah total 214 orang akan diberikan santunan. Untuk korban meninggal diberikan kepada ahli waris senilai Rp 15 juta, sedangkan yang selamat diberikan Rp 2,5 juta," kata Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham di Kampus Unhas, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (28/6).

Dia menyebutkan, berdasarkan data, ada sebanyak 214 orang yang menumpangi kapal nahas tersebut.

"Meski tidak semua mempunyai manifest, Kemensos tidak mempersoalkan hal itu, mengingat ini adalah bencana," tuturnya.

Hari Kesepuluh Pencarian KM Sinar BangunKeluarga korban dan warga menanti kabar hasil operasi SAR tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara, Rabu (27/6/2018). Pada operasi hari kesepuluh tim SAR gabungan menggunakan pukat yang diikatkan pada KMP Sumut I dan Sumut II yang diharapkan dapat mempermudah menemukan korban. (Foto: Ant/Sigid Kurniawan)

"Sesuai perintah Presiden kepada saya, negara harus hadir dalam setiap masalah rakyat, apalagi terjadi bencana. Saya sudah keliling daerah mulai Sulsel sebelum Lebaran korban kebakaran, di NTB bencana tambang emas, selanjutnya Jawa Tengah, hingga di Toba," ujarnya menambahkan.

Mensos juga menjelaskan, pihaknya tetap intens memantau perkembangan peristiwa di Danau Toba baik pra hingga pasca kejadian. 

"Saya sudah katakan, rakyat perlu dibantu, sebab itu sudah menjadi sebuah keharusan, kehadiran negara wajib pada korban," tegas Idrus.

Mengenai persoalan kondisi lapangan saat ini, kata Mensos, tim Kemensos terus memantau perkembangan sampai pada keperluan keluarga korban menunggu kabar dari tim penyelamat.

Setelah Pencarian Berakhir

Sementara itu, Kepala Jasa Raharja Cabang Sumatera Utara (Sumut) Ifriyantono menyebutkan, timnya terus ikut memantau dan berkoordinasi dalam penanganan musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun.

Dia menjelaskan, Jasa Raharja memang harus menunggu para korban ditemukan untuk kepentingan pemberian santunan kepada pihak keluarga atau ahli waris.

"Setelah jenazah teridentifikasi, barulah Jasa Raharja memberikan santunan," kata Ifriyantono.

Namun, jika masih ada korban yang belum ditemukan setelah operasi pencarian berakhir, ujar Ifriyantono seperti dikutip Antara, maka pemberian santunan didasarkan atas penetapan dari pihak berwenang tentang orang hilang. (yps)