Jakarta, (Tagar 7/5/2018) - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan kedatangan perwakilan Facebook untuk memberikan penjelasan mengenai penyalahgunaan data oleh pihak ketiga belum menyelesaikan masalah.

"Niat baik Facebook datang hari ini saya apresiasi, tetapi itu tidak cukup atau belum cukup dalam menyelesaikan masalah. Iya dong, itu kan buat Indonesia," kata Rudiantara di Gedung Kominfo, Jakarta, Senin (7/5).

Ia menilai upaya Facebook memberikan keterangan terbaru kepada dirinya menunjukkan adanya keinginan yang baik, tetapi belum cukup.

Apalagi dalam pertemuan itu, pihak Facebook tidak dapat memberikan waktu pasti keluarnya hasil audit pihak ketiga yang bekerjasama dengan media sosial terbesar itu.

Rudiantara pun meminta Facebook untuk meningkatkan kepatuhannya menutup konten yang diminta Kominfo karena melanggar undang-undang, meski telah naik dari 50 persen menjadi 68 persen dalam tiga bulan terakhir.

Menkominfo berharap dalam kwartal ketiga semua permintaan Kominfo kepada Facebook untuk menutup konten negatif selesai.

"Dia sih bilang paling bagus di kita, saya bilang kalau Indonesia paling bagus, negara ini, apa tidak peduli sama masyarakat di dunia, saya bilang," kata Menkominfo.

Jangan sampai Facebook menjadi sarana pemecah belah bangsa di Indonesia, tutur dia, seperti yang telah terjadi pada suku Rohingya di Myanmar.

Ia mengatakan tidak pernah punya keraguan untuk menutup Facebook apabila menjadi wadah provokasi untuk memecah NKRI.

"Kalau sudah itu tidak ada ini lagi. Sekarang kami sedang melihat ini semuanya, bagaimana provokasi memecah belah bangsa," kata Rudiantara. (ant/rmt)