Jakarta, (Tagar 12/7/2018) - Presiden Joko Widodo menjelaskan dirinya masih mempertimbangkan tokoh yang akan menjadi pasangannya sebagai bakal calon wakil presiden pada pemilihan presiden 2019.

"Biar matang dulu. Nanti kalau sudah matang, kami sampaikan pada saat yang tepat," kata Jokowi ditemui di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (11/7), mengutip Antara.

Presiden menjelaskan komunikasi pun terus dilakukan kepada sejumlah partai politik koalisi dalam pemilihan tokoh calon wakil presiden.

Selain itu, Jokowi mengungkapkan dari 10 nama bakal calon wapres, sudah dikerucutkan menjadi lima tokoh.

"Bisa partai, bisa nonpartai, bisa profesional, bisa sipil, bisa (purnawirawan)TNI-Polri. Semuanya bisa," ujar Jokowi menjelaskan latar belakang bakal calon wapres pilihannya.

Komisi Pemilihan Umum telah membuka pendaftaran calon legislatif untuk anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten-kota dibuka sejak 4 hingga 17 Juli 2018. Selain itu, KPU juga membuka pendaftaran pemilihan calon presiden dan wakil presiden untuk Pilpres 2019 pada 4 hingga 10 Agustus 2018.

Percaya Pilihan Jokowi

Partai Nasdem menyerahkan sepenuhnya figur calon wakil presiden (cawapres) kepada calon presiden Joko Widodo untuk mendampinginya pada pemilu presiden 2019.

"Partai Nasdem menyerahkan pilihan cawapres kepada Pak Jokowi untuk memilih yang dinilai terbaik dan dapat bekerja sama membangun bangsa dan negara ini," kata anggota Dewan Pakar Partai Nasdem, Tengku Taufiqulhadi, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta.

Menurut Taufiqulhadi, Partai Nasdem tidak mempersoalkan cawapres yang akan mendampingi Joko Widodo dari partai politik atau bukan. Tapi, akan lebih baik jika cawapres tersebut bukan dari partai politik, guna menjaga soliditas koalisi partai pendukung Joko Widodo.

Anggota Komisi III DPR RI ini menilai, partai politik yang mengajukan nama kader partainya sebagai bakal cawapres pendamping Joko Widodo dapat berpotensi menimbulkan keretakan di antara partai-partai koalisi.

"Kalaupun dipilih cawapres dari luar partai politik, tidak akan mempengaruhi dukungan partai politik kepada Pak Jokowi," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Johny G Plate mengatakan, nama cawapres yang dikantongi oleh Joko Widodo tentunya nama tersebut sudah melalui pertimbangan yang dapat diterima oleh semua partai politik pendukungnya.

Anggota Komisi XI DPR RI ini menambahkan, nama cawapres yang dikantongi Joko Widodo tentunya merupakan figur tokoh hebat dan tepat untuk mendampingi Joko Widodo pada pemilu presiden 2019.

"Nama itu baru diketahui setelah diumumkan pada waktu yang dinilai tepat," katanya.

Percaya Penuh

Wakil Ketua Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo mengatakan partainya mempercayakan kepada Joko Widodo untuk menentukan siapa bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, termasuk apabila memilih dari kalangan nonpartai politik.

"Kami mendukung sepenuhnya kepada Presiden Jokowi untuk menentukan siapa yang akan mendampinginya sebagai calon wakil presiden," kata Bambang.

Menurut dia, Golkar mempercayakan kepada Jokowi untuk menentukan bakal cawapres apakah dari kalangan parpol maupun nonparpol.

Dia menilai kandidat dari nonparpol ada nama Ma'ruf Amin, Mahfud MD, Jenderal (Purn) Moeldoko, Jenderal Polisi Tito Karnavian, Komjen Pol Syafruddin, dan Jenderal Polisi Budi Gunawan.

"Bagi Golkar, kami percayakan sepenuhnya pada Jokowi untuk memimpin negara ini sekali lagi dan memberikan kepercayaan sepenuhnya untuk menentukan wakilnya," ujarnya.

Namun Bambang menegaskan bahwa Golkar tetap berdoa agar Jokowi memilih Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai cawapres. (af)