Jakarta, (Tagar 15/7/2018) – Usai memastikan diri sebagai pemenang Pilgub Jawa Timur (Jatim), pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak langsung menemui sejumlah tokoh nasional dan ketua umum partai pendukungnya.

Dalam Pilkada Jatim 2018, Khofifah-Emil yang diusung   koalisi Partai Demokrat, Golkar, Hanura, PPP, PAN, dan Nasdem memperoleh 10.465.218 suara (53,55 persen). Sementara pesaingnya, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno yang diusung koalisi PDIP, PKB, PKS, dan Gerindra memperoleh 9.076.014 suara (46,5 persen).

Salah satu tokoh yang ditemui Khofifah-Emil adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla, membicarakan upaya pengentasan kemiskinan di Jatim. "Dari berbagai survei, masyarakat Jatim berharap pada pemimpin yang bisa lebih mengentaskan kemiskinan. Itu yang tadi kami diskusikan dengan Pak Wapres," kata Khofifah di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Jumat (13/7) sore.

Khofifah mengungkapkan, dari berbagai penelitian, 10 wilayah di Jatim perlu penanganan khusus dalam mengentaskan kemiskinan warganya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), 10 titik di Jatim masuk dalam kategori miskin. Daerah paling banyak berada di Madura, kemudian Situbondo, Bondowoso, Jember, Probolinggo, dan Lamongan.

Hasil Penghitungan Suara Pilgub JatimPetugas KPU menjelaskan perolehan suara saat Rapat Pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pilgub Jatim di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/7/2018). Dalam Rapat Pleno dan rekapitulasi tersebut KPU Daerah Jawa Timur menetapkan hasil penghitungan suara pada pemilihan Gubernur Jawa Timur dengan perolehan suara yakni 53,55 persen atau 10.465.218 suara untuk pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak dan 46,45 persen atau 9.076.014 suara bagi pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno. (Foto: Ant/Moch Asim)

Khofifah berharap Wapres dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dapat memantau dari dekat ke-10 kabupaten di Jatim. "Saya menyampaikan 10 area, yang menurut data terakhir kemiskinannya masih signifikan. Kami mohon bisa dibantu `zooming, bukan survei," ujar mantan menteri sosial ini.

Menurut Khofifah, pemantauan dari dekat terhadap 10 daerah, dapat dilakukan di setiap RT dan RW guna mendapatkan cara penanganan yang tepat untuk menekan angka kemiskinan. "'Zooming' per RT/RW, apa yang menjadikan kemiskinan di daerah-daerah itu, ada yang tambah parah, ada yang tambah dalam, tapi ada yang agak sulit untuk bergerak menurunkan. Jadi saya dan Pak JK mendiskusikan itu agak lama," tuturnya.

Kawal Pemprov Jatim

Khofifah-Emil juga melakukan silaturahmi dengan Ketum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto. Silaturahmi merupakan inisiatif mereka sebagai ungkapan terima kasih atas dukungan partai pengusung.

Dalam kesempatan itu, Khofifah mengharapkan Golkar selaku salah satu partai pengusung untuk mengawal perjalanan pemerintahan Jatim ke depan. Ada kebersamaan mengawal pembangunan di Jatim, terutama antara legislatif dan eksekutif.

"Kami berharap Partai Golkar terus mengawal perjalanan pemerintahan Provinsi Jatim ke depan dari seluruh kader-kader Golkar baik di DPRD Jatim maupun di pusat," kata Khofifah usai bertemu Airlangga Hartarto di kantor DPP Partai Golkar di Jakarta, Kamis (12/7).

Khofifah cukup puas. Airlangga memastikan komitmen Golkar untuk menjaga Khofifah-Emil agar sukses memimpin masyarakat di Jatim. "Golkar akan terus mengawal baik di tingkat provinsi sampai tingkat nasional," ujar Airlangga.

Khofifah-Emil Kunjungi PPPKetua Umum PPP Romahurmuziy menerima Calon Gubernur-Wakil Gubernur Terpilih Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Jakarta, Senin (9/7/2018). Kunjungan Khofifah-Emil tersebut untuk melaporkan hasil perhitungan suara KPU Provinsi Jatim kepada Ketum PPP Romahurmuziy, dengan hitungan pasangan Khofifah-Emil mendapatkan 53,55 persen atau 10.465.218 suara, sementara Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno memperoleh 46,45 persen dukungan atau 9.076.014 suara. (Foto: Ant/Galih Pradipta)

Khofifah-Emil Dardak juga bersilaturahim dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy, dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Pada pertemuan dengan tokoh Partai Demokrat, Khofifah-Emil Dardak ditemui SBY dan Ketua Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas. Saat bertemu, SBY berpesan agar Khofifah-Emil membangun persatuan pasca pilkada.

SBY juga menyatakan kebahagiaan atas perjuangan bersama yang dinilai tidak mudah tapi membuahkan hasil sesuai harapan yaitu kemenangan pasangan Khofifah-Emil.

"Beliau mengingatkan agar kita jangan euforia. Selain itu beliau berpesan di masa transisi ini membangun komunikasi yang bagus dengan pemerintah yang sekarang termasuk dengan Pak Wagub Saifullah Yusuf," kata Emil.

Sementara Zulkifli Hasan meyakini Khofifah-Emil yang memenangkan Pilkada Jatim akan menjadikan Jatim lebih baik.

"Saya meyakini Khofifah akan membawa Jatim jauh lebih baik, sejahtera, lebih adil, adem dan damai," kata Zulkifli Hasan di kediamannya di komplek perumahan menteri Widya Chandra Jakarta, Kamis (13/7).

Dia juga meyakini bahwa Khofifah lebih mengetahui kondisi Jatim serta prioritas yang harus dilakukan. "Beliau lebih tahu dibanding kita, kita serahkan ke ibu Khofifah," ujar Zulkifli.

Muslimat NU Dukung Jokowi

Satu hal menarik setelah menang pilkada adalah pernyataan Khofifah yang menyatakan mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Bahkan, Khofifah yang didampingi Emil menangis saat memberikan keterangan pers di kediamannya di Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 27 Juni 2018.

Terlebih pernyataan itu mendapat apresiasi dari Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andreas Pareira, terkait dukungan Khofifah kepada Jokowi. Padahal Khofifah tidak diusung PDIP, yang merupakan partai tempat Jokowi bernaung.

Andreas mengatakan, pilpres dan pilkada memang memiliki kepentingan berbeda. Dia menyebut tak mengherankan jika kepala daerah yang tak diusung PDIP lantas mendukung Jokowi dalam pilpres 2019.

"Situasi kontestasi pilpres berbeda dengan pilkada. Tidak ada koalisi permanen dalam sistem politik di Indonesia. Itulah sebabnya partai-partai yang berkoalisi dalam pilkada belum tentu berkoalisi di kancah nasional," kata Andreas di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Juni 2018.

Ihwal dukungan Khofifah mencuat beberapa hari sebelum pilkada serentak digelar. Khofifah mengatakan akan mengomunikasikan kembali dengan partai pengusung terkait dukungannya jika Jokowi maju untuk periode kedua. Sebelumnya, dia juga menyatakan dukungannya ke Jokowi pada Pilpres 2019.

"Saya sama Mas Emil dalam beberapa kesempatan sudah sampaikan bahwa kami seiring dengan Jokowi," ujar Khofifah di sela-sela halal bihalal Muslimat NU di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Minggu, 8 Juli 2018.

Dalam acara halal bihalal tersebut, Khofifah menceritakan pesan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang menjadi penyemangatnya untuk maju dalam Pilgub Jatim. "Orang berani hidup ya harus berani berjuang. Orang berjuang harus berani berkorban. Tiap pengorbanan besar pahalanya. Gus Dur terlalu sering berpesan itu pada saya," ujarnya.

Setelah bertemu sejumlah tokoh dan ketua umum partai pendukungnya, Khofifah juga tetap menyatakan dukungannya kepada Jokowi.

Dukungan Khofifah tersebut diperkuat oleh Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang memberikan dukungan kepada Presiden Jokowi untuk kembali mencalonkan diri dalam Pilpres 2019.

"Saya kumpulkan mereka (pengurus wilayah Muslimat NU) pekan lalu. Bahasa mereka 'sudah Bu, kita nanti kerja pada capres yang Ibu dukung'. Jadi suara yang saya dengar dari mereka seperti itu," kata Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Jumat (13/7) sore.

Khofifah krmbsli menegaskan memberikan dukungannya, baik sebagai Ketua Umum Muslimat NU maupun sebagai Gubernur Jawa Timur terpilih. "Lha (kalau saya) ya iya, Pak Jokowi. Aku sudah bilang tadi. Aku udah bolak-balik bilang, masa mau bilang lagi," ujarnya.

Terkait pendamping Joko Widodo sebagai calon wakil presiden, Khofifah mengatakan belum ada pembicaraan lebih lanjut di kalangan Muslimat NU. "Kami belum mendiskusikan itu (calon wapres Jokowi) sama sekali. Mau kriteria, mau apa, kami tidak memasukkan dalam diskusi pertemuan pengurus wilayah Muslimat NU se-Indonesia pekan lalu. Mungkin nanti,” tambah lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Surabaya ini.

Nawa Bhakti Satya

Sementara itu, untuk memajukan Jatim, Khofifah-Emil memiliki program yang disebut Nawa Bhakti Satya. Sebelumnya, pembacaan Nawa Bhakti Satya Khofifah-Emil digelar di sela-sela peresmian Rumah Aspirasi Warga Jatim di Jalan Diponegoro 9 Surabaya, Rabu (14/2). Pembukaan rumah aspirasi ditandai dengan pelepasan 9 burung merpati yang dipimpin Khofifah.

Dalam kesempatan itu, hadir Ketua Tim Pemenangan Roziki, Sekretaris Tim Pemenangan Renville Antonio, Wakil Ketua Tim Pemenangan Agus Maimun, tokoh kiai dan nyai, serta puluhan relawan Khofifah-Emil.

Visi misi Khofifah-Emil terangkum dengan istilah Nawa Bhakti Satya atau sembilan janji kerja. Hal ini dibacakan langsung oleh Gus Han selaku juru bicara pasangan calon.

Nawa Bhakti Satya itu terdiri atas sembilan bhakti atau program kerja yang akan dilakukan Khofifah-Emil dalam memimpin Jatim lima tahun ke depan.

Bhakti 1:  Jatim Sejahtera. Orientasinya untuk pengentasan kemiskinan menuju keadilan dan kesejahteraan sosial.

“Bentuknya berupa Program Keluarga Harapan (PKH) Plus untuk penduduk miskin 38 kabupaten/kota, 664 kecamatan, 5.674 desa dan 2.827 kelurahan. Disabilitas, lansia terlantar, perempuan kepala keluarga rentan. Kemudian mengurangi beban 26 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dengan subsidi provinsi anggaran ini akan meningkat mengikuti peningkatan pendapatan APBD Provinsi Jatim,” jelas Gus Han.

Bhakti 2: Jatim Kerja. Fokusnya kepada Milenial Job Center dengan cara memberikan job training, pendidikan vokasi, membantu starting up usaha, membantu promosi bagi usahawan muda, dan membantu pembiayaan usaha pada tahap awal usaha. Lalu membuat Dream Team Science Techno Park/ STP (5 -10 anak SMK dan 2-4 anak D3/S1), membentuk STP bagi kelompok rintisan usaha di berbagai daerah.

“Kami juga menggunakan Belanja Inovasi Daerah (Belanova), memberikan jaminan bagi produksi dan distribusi produk-produk inovasi anak muda melalui informasi super koridor di 5 bakorwil yang ada di Jatim,” terang Gus Han.

Bhakti 3: Jatim Cerdas dan Sehat. Program ini fokus pada pendidikan dan kesehatan gratis berkualitas. Bentuknya bermacam-macam, seperti Tis-Tas (gratis dan berkualitas) dengan memperluas cakupan bantuan siswa miskin, bantuan biaya sekolah, dana insentif operasional akreditasi, tunjangan kinerja bagi guru tidak tetap.

Selanjutnya ada tunjangan PKL SMK jurusan prioritas (kelautan, teknologi pertanian, pariwisata), Program Desa Sehat untuk memperkuat layanan kesehatan pedesaan. Memperkuat RSU Provinsi di Madiun, dan memperkuat RS rujukan Madura dan Tapal Kuda, serta memberikan akses pendidikan berbasis pesantren bagi anak petani, anak nelayan, anak buruh, anak yatim dan anak yatim piatu yang kurang mampu.

Bhakti 4: Jatim Akses. Diprioritaskan untuk membangun infrastruktur dalam kerangka pengembangan wilayah terpadu, dan keadilan akses bagi masyarakat pesisir dan desa terluar.

"Turunannya berupa pembangunan Kawasan Lingkar Wilis, Lingkar Bromo, Lingkar Ijen, Gerbang Kertasusila, Koridor Maritim Pantura Jawa-Madura, Koridor Maritim Selatan Jawa," papar Gus Han.

Selain akses darat, akses laut juga diperhatikan melalui pembangunan dermaga perintis pulau-pulau Sumenep, penguatan layanan transportasi laut Pulau Bawean, pengembangan pesisir selatan. Pembangunan akses jalur udara dilakukan pengembangan bandara perintis.

Bhakti 5: Jatim Berkah.  Hal ini dilakukan dengan cara memberi tunjangan kehormatan Imam Masjid di Kampung, Pesisir dan Pulau Terluar. Perluasan tunjangan kehormatan hafiz dan hafizah, penguatan peran pondok pesantren dalam mendorong partisipasi sekolah dan beasiswa guru diniyah hingga S2, membangkitkan kesetiakawanan sosial, kepahlawanan dan keperintisan.

“Selain itu mendorong pembentukan karakter kesalehan dan tanggung jawab sosial masyarakat dan dunia usaha,” tutur Gus Han.

Bhakti 6: Jatim Agro. Diprioritaskan untuk memajukan sektor pertanian, peternakan, perikanan darat dan laut, kehutanan, perkebunan untuk mewujudkan kesejahteraan petani dan nelayan. Program turunannya berupa menguatkan program petik, olah, kemas, jual, mengembangkan agropolitan, stabilisasi dan tabungan pangan, asuransi petani, restrukturisasi produk pertanian.

“Jatim Agro juga akan menjadikan sungai dan hutan sebagai sumber kehidupan dan penguatan SDM pertanian dan GAPOKTAN,” beber Gus Han.

Bhakti 7: Jatim Berdaya. Diprioritaskan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dengan berbasis UMKM, koperasi, dan mendorong pemberdayaan pemerintahan desa. Programnya, menurut Gus Han, bermacam-macam, seperti One Village One Product One Corporate & Agropolitan, Communal Branding untuk UMKM, Supply and Demand Channel, penataan pasar tradisional, inklusi UMKM retail modern, serta menumbuhkembangkan koperasi perempuan, petani dan nelayan dan perdagangan antar pulau.

Bhakti 8: Jatim Amanah. Tujuan menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, efektif dan anti korupsi. Caranya dengan membudayakan meritokrasi, menyelenggarakan complain handling system, budaya birokrasi yang melayani dan efektif, menjaga clean government, sound governance, perluasan dan pelayanan berbasis IT.

Bhakti 9: Jatim Harmoni. Program ini dimaksudkan untuk menjaga harmoni sosial dan alam dengan melestarikan kebudayaan dan lingkungan hidup. Program derefatifnya meliputi pariwisata partisipatoris, integrasi museum perpusda dan galeri seni, ruang kebinekaan, seni tradisional, clean industries, green city, halal tourism, 51 titik potensi ESDM, dialog antar budaya (seni, seniman dan budayawan) maupun dialog Intern dan antar umat beragama.

Nawa Bhakti Satya, kata Khofifah, juga menyimpan pesan arti terdalam. “Nawa Bhakti Satya itu seperti doa kita setiap hari yaitu rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah qaqina 'adzabannar. Maknanya memohon kebahagiaan di dunia dan di akhirat,” tandas perempuan kelahiran 19 Mei 1965 di Surabaya ini.

Harapkan Jatim Sejahtera

Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul mengharapkan Jatim semakin sejahtera dipimpin Khofifah-Emil. "Selamat kepada Khofifah-Emil yang memenangi kompetisi ini, dan kami doakan Jawa Timur semakin sejahtera," ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Kamis (13/7).

Meski telah menyampaikan ucapan selamat, calon gubernur tersebut seperti dilansir Antara tetap menghargai aspirasi relawan di lapangan yang menginginkan proses dilalui sampai tuntas.

Gus Ipul juga mendoakan Khofifah-Emil sukses dalam bekerja setelah dilantik menggantikan Soekarwo dan dirinya pada pelantikan yang dijadwalkan digelar 2019 di Istana Negara, Jakarta. "Mudah-mudahan harapan masyarakat tentang kemajuan di bidang ekonominya meningkat dan aman, serta di sejumlah bidang lainnya," ucap mantan Ketua Umum GP Ansor ini.

Gus Ipul, salah seorang Ketua PBNU itu menegaskan, saat ini tidak ada lagi nomor satu ataupun dua karena semua adalah warga Jatim yang berharap bisa berpartisipasi dalam mengawal proses pembangunan.

Proses menang kalah dalam dunia politik bagi dirinya adalah hal biasa, terlebih dia pernah menjadi wakil gubernur dua periode, sekaligus menang dua kali di pilkada.

"Semuanya sudah biasa dalam dunia politik," ucap Gus Ipul yang mengaku mendapat pengalaman luar biasa menjadi pelayan masyarakat. (yps)