Makassar, (Tagar 13/7/2018) -  Pejabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono menghadiri puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2018 di GOR Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Baddoka Makassar, di Jalan Batara Bira, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar,  Sulawesi Selatan, Kamis (12/7) petang.

"Narkoba menjadi musuh bersama yang harus dilawan semua elemen bangsa. Narkoba adalah musuh negara karena merongrong Pancasila. Badan Narkotika Nasional (BNN) adalah sahabat kita," kata Soni.

Kasus Narkoba SulselKasus Narkoba Sulsel

Di lain pihak, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan (Sulsel) Brigadir Jendral Polisi Mardi Rukmianto mengatakan, peringatan Hari Anti Narkoba memiliki makna akan keprihatinan semua terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika.

Mardi menegaskan, harus ada gerakan untuk menyadarkan seluruh manusia di dunia ini, dan lebih khusus di Indonesia. Harus dibangun solidaritas dalam rangka mencegah  serta memberantas narkoba yang sudah menjadi ancaman berbangsa dan bernegara.

"Peredaran narkoba merupakan kejahatan yang sangat luar biasa, atau extra ordinary crime yang mengancam dunia dan bisa digunakan sebagai salah satu proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa," sebutnya.

Kondisi geografis Indonesia dan Sulawesi Selatan yang terbuka merupakan peluang bagi sindikat narkoba internasional untuk menjadikan Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan sebagai pangsa pasar peredaran gelap narkoba.

Urutan Sembilan
Menurut Mardi, hasil survei nasional penyalahgunaan narkoba di 34 provinsi yang dilaksanakan BNN, bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia pada tahun 2015, Sulawesi Selatan menempati posisi ke sembilan. Diperoleh angka prevalensi penyalahgunaan narkoba sebesar 2,27 persen atau sebanyak 138.937 orang. Dan survei pada tahun 2017, Sulsel mengalami peningkatan menjadi posisi tujuh dengan angka prevalensi 1.9.

"Selain itu terdapat 30-40 orang meninggal sia-sia setiap harinya akibat penyalahgunaan narkoba," tuturnya.

"Kami telah melakukan berbagai kegiatan melawan narkoba sebagai wujud masyarakat Indonesia yang bersih dari penyelahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Untuk itu diperlukan dukungan semua pihak," pungkasnya. (rio)