Jakarta, (Tagar 22/9/2018) – Bank Dunia Kantor Perwakilan Jakarta membantah tuduhan terlibat transaksi keuangan dengan pihak perorangan di Indonesia.

"Terkait dengan tuduhan yang keliru baru-baru ini bahwa Bank Dunia terlibat transaksi keuangan dengan pihak perorangan di Indonesia, dengan ini Bank Dunia kantor Jakarta memberikan klarifikasi bahwa tuduhan tersebut tidak benar," tulis Bank Dunia dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Jumat (21/9).

Sebelumnya, seorang warga bernama Ruben PS Marey mendatangi Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC) untuk mengadukan soal dana senilai Rp 23,9 triliun. Dia mengatakan dana yang ada di rekeningnya raib.

Ruben menyebutkan, dana tersebut merupakan dana para donatur untuk pembangunan dan mengatasi kemiskinan di Papua.

“Dana tersebut ditransfer oleh World Bank (Bank Dunia) namun tidak masuk ke rekeningnya,” kata Ruben.

Ruben pun menuding pemerintah melakukan pemblokiran sepihak atas dana yang tersimpan di salah satu bank di Indonesia itu.

Lantaran lembaganya dicatut, Bank Dunia pun memberikan klarifikasi sekaligus menjelaskan bahwa Bank Dunia tidak terlibat dalam transaksi seperti yang disebutkan oleh Ruben. Bank Dunia bukanlah bank-bank seperti pada umumnya.

"Bank Dunia bukan merupakan bank dalam arti yang biasa. Sistem keseluruhan dari Bank Dunia didesain dan dilaksanakan untuk mendukung upaya penanggulangan kemiskinan serta mendukung pembangunan negara-negara berkembang di dunia, bukan dengan pihak perorangan," jelas pihak Bank Dunia seperti dilansir Antaranews. []