Medan, (Tagar 9/6/2018) - Djarot Saiful Hidayat calon gubernur Sumatera Utara menyayangkan beredarnya berita hoaks yang menyebutkan dirinya bagi-bagi uang di Asahan. 

"Zaman sekarang kok ada ya, yang menyebarkan berita hoaks seperti itu. Tidak ada kerjaan ya mereka. Kalau ada yang percaya berita tak benar itu, perlu dipertanyakan orang itu," ujarnya.

Ia mengatakan itu disela acara dialog publik 'Lebih Dekat dengan Mas Djarot' yang digelar Cendikia Kawan Djoss di Hotel Candi, Jalan Darusalam, Kamis (7/6).

Djarot menjelaskan kejadian sebenarnya, bahwa saat itu dirinya bersama rombongan dalam perjalanan dari Tanjungbalai menuju Medan. Saat melintasi Kabupaten Asahan, seorang kepala desa di Kabupaten Asahan yang tergabung dalam Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) menghubungi tim, meminta kehadiran Djarot.

Djarot menyanggupi permintaan tersebut dan datang ke kantor Apdesi di Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Asahan. Para kepala desa pun curhat kepada mantan Wali Kota Blitar itu dan mengharapkan solusi dari banyaknya persoalan yang dihadapi.

Curhatan para kepala desa itu ia akui sebagai langkah untuk perubahan dan kemajuan bagi Sumut kedepan. 

"Banyak persoalan disampaikan para kepala desa itu kepada saya. Saya ceritakan pengalaman yang saya pernah alami sewaktu saya menjadi Wali Kota Blitar, Wakil Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur DKI Jakarta. Itu yang saya bagi-bagi ke mereka, bukan uang," tegasnya.

Djarot telah meminta tim hukumnya untuk mengadukan pihak-pihak yang menuduh dan yang menyebarkan berita hoaks tersebut ke Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dan Badan Pengawas Pemilu Sumatera Utara.

"Biar ada pembelajaran," katanya.

Sahur Bersama Warga Asahan

Pada Senin dini hari (4/6) calon gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat sahur bersama ratusan warga di Dusun 8, Desa Suka Raja, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan.

Dengan mengenakan sarung dan peci, Djarot Saiful Hidayat langsung berbaur dengan masyarakat untuk menikmati makan sahur.

Usai sahur bersama, Djarot Saiful Hidayat melaksanakan Salat Subuh berjamaah di Masjid Alhidayah, Kisaran, Kabupaten Asahan.

Dalam sahur bersama tersebut, Djarot Saiful Hidayat menyampaikan rasa hormat dan doa kepada warga yang memfasilitasi sahur bareng itu.

"Alhamdulillah kita sudah sampai di Ramadan ke-19. Terima kasih untuk undangan makan sahurnya. Semoga tuan rumah santap sahur ini terus diberikan keberkahan," ujarnya, Senin dini hari itu (4/6).

Kepada warga yang hadir, cagub yang didukung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut juga mendoakan agar Ramadan tahun ini juga memberikan keberkahan dan semuanya bisa bertemu kembali pada Ramadan tahun depan.

"Semoga kita semua masih bisa bersilaturahmi hingga seterusnya," ucap Djarot.

Seorang warga Desa Suka Raja, Kecamatan Simpang Empat Sutrisno mengaku rindu dengan suasana sahur yang ramai seperti kegiatan bersama Djarot Saiful Hidayat itu.

"Saya datang dan makan sahur di sini karena rindu dengan suasana sahur yang ramai seperti ini di kampung kami. Sudah puluhan tahun tidak pernah sahur ramai seperti ini lagi," katanya.

Dengan sikap merakyat yang ditunjukkan Djarot Saiful Hidayat, Sutrisno mengaku akan mendukung mantan Wali Kota Blitar tersebut untuk memimpin pembangunan di Sumatera Utara.

"Semoga amanah. Tetap peduli dengan rakyatnya dan jangan korupsi," ujar Sutrisno.

Dua Hari Kemudian

Dua hari kemudian, Rabu (6/6) beredar kabar di media sosial bahwa calon gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat membagi-bagikan uang kepada sejumlah kepala desa dalam kunjungannya ke Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Romansah, anggota tim pemenangan Djoss Kabupaten Asahan, membantah tudingan tersebut pada Kamis (7/6). 

"Itu hoaks. Itu tidak benar, tidak ada seperti itu."

"Bila ada orang yang menyatakan itu benar, silakan lapor ke pihak berwenang dengan membawa bukti yang mereka dapatkan," lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa Tim Pemenangan Djarot-Sihar akan melaporkan hal itu ke Polres Asahan. Pihaknya, lanjut Romansah, sedang mengumpulkan bukti-bukti dan menelusuri pihak yang memunculkan fitnah tersebut.

Hingga berita ini dipublikasi belum ada konfirmasi dari pihak Gakkumdu, Bawaslu, atau Polres Asahan, mengenai laporan hoaks tersebut, bahwa laporan sudah masuk atau belum. (wes/ant/af)