Jakarta, (Tagar 13/5/2018) - Survei nasional (surnas) Political Communication (Polcomm) Institute menemukan temuan data dari hasil wawancara kepada generasi milenial di 34 provinsi pada 3-5 Mei 2018.

'Siapa calon Presiden yang Anda pilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang akan datang?' Hasilnya diurutan pertama, sebanyak 36,42 memilih Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres) di Pilpres 2019.

"Ketika ditanya siapa calon presiden yang akan dipilih di Pilpres 2019, Jokowi 36,42 persen, disusul Prabowo 27,17 persen, dan Gatot sebesar 4,92 persen," jelas Direktur Polcomm Institute, Heri Budianto di Resto Gado-gado, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/5).

Heri mengatakan, hasil tersebut menunjukkan bahwa kebanyakan kaum muda menyukai cara Jokowi yang dekat dengan rakyat.

"Kelebihan Jokowi saat ini, anak muda bilang Pak Jokowi dekat dengan rakyat," ujarnya.

Menanggapi perolehan presentase tersebut, Ketua DPP PDIP Andreas Pariera menyebut banyak orang menilai pemilih muda menjadi target utama dalam kontestasi politik. Namun di sisi lain menurutnya tidak mudah mengindentifikasi kelompok milenial.

"Semua orang mengatakan pemilih milenial penting dan jadi target utama kontestasi, tapi tidak mudah untuk mengidentifikasi kelompok ini. Ada beberapa karakter yang tidak mudah, mereka ini labil dan berubah-ubah," terang Andreas.

Pendamping Jokowi

Dalam survey tersebut, Polcomm Institute juga menanyakan kepada generasi milenial, siapa yang paling pantas mendampingi Jokowi dan Prabowo Subianto.

Heri menjelaskan, nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Zulkifli Hasan berada di peringkat teratas sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendamping Jokowi.

"Hasil survei menunjukkan AHY berada di posisi teratas dengan 12,33 persen, dan Zulkifli Hasan sebesar 11,25 persen," jelas Heri Budianto.

Dari dua nama teratas pilihan responden, jelas dia, di bawahnya terdapat nama Prabowo Subianto yang mencapai angka 10,33 persen untuk dampingi Jokowi. Sedangkan Gatot Nurmantyo hanya 10,08 persen dan Susi Pudjiastuti 9,67 persen.

Sementara jika Prabowo maju di Pilpres 2019 nanti, Heri mengaku kebanyakan pemilih pemula dan pemilih muda menganggap Gatot Nurmantyo yang paling cocok dampingi Prabowo ketimbang Anies Baswedan.

"Pemilih muda menyatakan Prabowo pantas berpasangan dengan Gatot sebesar 13,75 persen. Anies Baswedan sebesar 10,8 persen dan kader PKS Anis Matta sebesar 9,83 persen," sebutnya.

Sebelumnya, Polcomm Institute melakukan survei pada 3-6 Mei 2018. Metode yang digunakan adalah purposive random sampling, dengan sampling error 2,83 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan secara tatap muka terhadap 1.200 responden pemilih pemula dan pemilih muda. (ard)