Medan, (Tagar 16/4/2018) - "Rapat hari ini tidak mengambil keputusan, pemeriksaan (22 anggota DPRD oleh KPK) pengaruhnya ada, tapi saya belum tahu persis berapa jumlah (yang hadir)."

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman di ruang sidang paripurna DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (16/4/2018).

Rapat istimewa paripurna DPRD Sumatera Utara bertema 'dalam momentum hari jadi ke-70 Provinsi Sumatera Utara, kita sukseskan penyelengaraan Pilkada yang aman dan kondusif. Rapat ini sangat sepi, banyak kursi anggota DPRD Sumut yang kosong. Tingkat kehadiran kurang dari 50 persen.

Wagirin mengatakan, terkait 10 orang anggota DPRD Sumut aktif yang sudah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap, mantan Gubernur Sumut Gatot Pudjo Nugroho yang jarang hadir  bahkan sering tidak mengikuti sejumlah kegiatan di DPRD Sumut, dirinya  belum mengetahui kondisi yang sebenarnya.

"Mungkin saja ada sesuatu yang terjadi pada dirinya, mungkin juga ada urusan mereka yang lain, tapi mereka tahu ada rapat paripurna hari ini," ujarnya.

Ketidakhadiran anggota DPR, lanjut Wagirin, merupakan tugas Badan Kehormatan DPR  yang dapat memberi peringatan dan hukuman bagi anggota DPR yang jarang hadir.

"Dulu kita juga punya pengalaman pernah ada 12 anggota DPRD Sumut yang ditetapkan tersangka bahkan sudah dihukum, tapi kinerja DPR tetap berjalan," ujarnya.

Wagirin juga mengakui dalam beberapa hari ke depan ada panggilan pemeriksaan bagi semua anggota DPRD Sumut oleh KPK.

"Beberapa hari ini ada pemeriksaan untuk semua kawan-kawan anggota dewan. Yang akan diundang itu ada pemberitahuan di sekretariat," tandasnya. (wes)