Jakarta, (Tagar 13/7/2018)  - Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar pertemuan dengan seluruh Dinas Pariwisata se Kabupaten Kota yang dilaksanakan di Kementerian Pariwisata RI, Kamis (12/7). Pertemuan tersebut membahas tentang event-event yang bakal dilaksanakan di tahun 2018.

Sekitar 100 event akan dihelat di Provinsi Sulawesi Selatan, khusus event Pemkot Makassar, F8 resmi masuk kalender event sulsel.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI memasukkan event "Makassar International Eight Festival ( F8)” sebagai salah satu 100 wonderful events bersama Lovely December Toraja, dan Festival Phinisi Bulukumba.

Untuk diketahui, Festival F8 terdiri atas delapan ragam kegiatan, yaitu Fashion, Food & Fruit, Fusion Music, Fiction Writer, Folk, Flora & Fauna, Fine Art dan Film.

Tak Kaget
Menteri Pariwasata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, dirinya tak kaget jikalau F8 masuk list resmi pada kalender nasional. Dikarenakan F8 merupakan kegiatan akbar yang sangat menonjolkan budaya-budaya yang ada di Sulsel khususnya Kota Makassar.

"Saya tidak kaget F8 masuk list karena pada penyelenggaraan kedua saya sangat confident F8 masuk. Patut diapresiasi karena baru tiga kali penyelenggaraan dan pengunjungnya menembus 1,3 juta pengunjung selama penyelenggaraan," sebutnya.

Sementara, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mengungkapkan rasa terima kasihnya atas apresiasi yang diterimanya. "Ini merupakan salah satu hadiah terbesar di masa-masa akhir jabatan saya. Dan ini merupakan modal besar bagi siapapun yang akan menjadi pemimpin Kota Makassar selanjutnya," ungkap Danny.

Danny juga berharap agar F8 ini tetap dipertahankan dan terus ditingkatkan dari event F8 sebelumnya. "Mari tuangkan ide-ide kreatif dengan menjaga event akbar seperti F8 ini. Tiap tahun saya berharap ada peningkatan baik dari segi kualitas penyelenggara dan jumlah pengunjung. Agar supaya apa yang menjadi kerja keras kami selama ini tidak menjadi sia-sia," harap Danny.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Plt Sekda Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua Komisi B Sulawesi Selatan,  Bupati Tanah Toraja, Bupati Bulukumba, Wali Kota Makassar, dan pejabat di lingkungan provinsi, kabupaten, dan kota di Sulawesi Selatan.  (rio)