Semarang, (Tagar 24/9/2018) - Hari kedua masa kampanye pemilihan umum (Pemilu) 2019, calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno langsung tancap gas.

Datang ke sejumlah wilayah strategis di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), cawapres pasangan calon presiden Prabowo Subianto ini mengangkat isu ekonomi untuk meraih simpati.

“Ada dua isu utama, lapangan pekerjaan dan harga bahan pokok. Tadi kami temukan di Pasar Wonodri, Peterongan, Semarang dan menemukan banyak hal yang menjadi aspirasi masyarakat,” beber Sandiaga usai memberi pembekalan ke calon legislatif (caleg) Partai Amanat Nasional (PAN) se-Kota Semarang dan sekitarnya, di Sampangan, Semarang.

Menurut Sandiaga, Jateng merupakan salah satu wilayah strategis Tanah Air untuk digarap. Banyak isu ekonomi yang timbul dari Jateng yang mempengaruhi perekonomian nasional.

"Bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani, peternak. Jadi ini yang jadi perhatian besar di sini. Sehingga kami hadir di sini dan harus punya kinerja yang fenomenal bagi Jawa Tengah agar kami bisa punya daya saing di Pilpres 2019, 17 April,” kata dia.

Melalui strategi sinergitas yang terus digalang melalui kader partai politik pengusung, termasuk dari PAN, pihaknya akan pastikan aspirasi rakyat yang terserap bisa terwujud ketika dirinya bersama Prabowo terpilih sebagai pemenang.

“Kami akan urut terus Jateng dan akan terus kinerja sinergi yang positif. Kami pastikan aspirasi rakyat yang ingin mendapatkan perbaikan ekonomi, khususnya lapangan kerja dan biaya hidup yang lebih terjangkau, harga bahan pokok, harga sembako yang stabil dan murah menjadi wujud dari kinerja kami, Prabowo-Sandi,” janji dia.

Terkait target suara yang akan didulang dari wilayah Jateng mengingat wilayah ini merupakan lumbung suara ketiga terbesar secara nasional, Sandiaga enggan membeber. Ia hanya berujar akan bekerja keras, bekerja cerdas untuk memenangkan hati masyarakat Jateng. Soal hasil diserahkan ke Tuhan.

“Kami kerja saja, saya percaya ikhtiar teritori manusia, hasil sepenuhnya domainnya Allah. Ya tentunya kami yakin jika kami kerja keras, ikhtiar, akan dapat hasil yang baik. Jadi kami akan total, kami berjuang, bekerja keras, cerdas, hasil tawakal ke Allah SWT,” tegas Sandiaga.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyatakan kehadiran Sandiaga Uno ke Jawa Tengah untuk menyamakan gerak dan langkah pemenangan Prabowo-Sandi. “Yang sudah siap Jawa Tengah. Hari ini kami temu kader seluruh dapil Semarang dan sekitarnya, terus ke Temanggung, Pekalongan dan terus keliling Jawa Tengah,” ujar dia.

Dalam pertemuan itu, seluruh kader PAN telah diinstruksikan bekerja keras memenangkan paslon nomor urut 2.

“Saya minta seluruh kader, sudah saya perintahkan tadi, untuk kerja keras siang malam, sinergi. Calegnya yang kabupaten, provinsi, RI, ketua ranting, cabang, DPD, provinsi untuk bekerja siang malam, memenangkan PAN dan Prabowo-Sandi untuk Pemilu 2019,” tandas dia.

Tempe Sachet

Sebelum menghadiri temu kader PAN Kota Semarang, Sandiaga Uno dan Zulkifli road show ke Pasar Wonodri, kemudian silaturahmi dengan Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng di kawasan Jalan Singosari, berlanjut ke Gunungpati.

Tempe SachetSandiaga menemukan tempe sachet hasil kreasi Pasar Wonodri di Semarang. (Foto: Tagar/Agus Joko Mulyono)

Di Pasar Wonodri, Sandiaga dan Zulkifli blusukan sampai ke dalam pasar dan berdialog dengan para pedagang. Dalam kesempatan itu ia menemukan satu bentuk kreasi pedagang tempe menyikapi tingginya harga kedelai. “Ini baru pertama kali ada tempe sachet, pasti diminati ditengah melambungnya harga kedelai. Karena dengan kemasan sachet pasti harganya murah,” ujar Sandiaga.

Hal senada disampaikan Yani, penjual tempe sachet. Pengalamannya berdagang tempe, harga jual rentan terpengaruh kenaikan dolar sebagai imbas penggunaan kedelai impor, membuat ia berinovasi membuat tempe dengan kemasan hemat. “Harga kedelai masih tinggi, Rp 7.300 per kilogram, saya kemas dalam plastik ukuran 0,25 gram. Dan ternyata tempe kemasan ini disukai masyarakat, baik ibu rumah tangga maupun penjual penyet,” kata Yani.

Bahas BPJS

Di Kantor PWM Jateng, Sandiaga dan warga Muhammadiyah membahas soal tunggakan tagihan pembayaran BPJS di sejumlah rumah sakit. Juga kenaikan biaya hidup, lapangan pekerjaan yang sulit, serta fasilitas kesehatan.

Sandiaga UnoSandiaga bertemu dengan kader Muhammadiyah di Kantor PWM Jateng di Semarang. (Foto: Tagar/Agus Joko Mulyono)

Pembahasan BPJS setelah Sandiaga mendengarkan data dari Ketua PWM Jateng, Tafsir yang menyebut BPJS hutang sekitar Rp 300 miliar di 32 rumah sakit milik Muhammadiyah di Jateng. Bagi mantan Wakil Gubernur DKI ini, pengelolaan keuangan BPJS perlu diperbaiki. Ia berjanji jika terpilih sebagai Wapres akan membenahi BPJS agar tidak sampai kehabisan obat dan tidak bisa menggaji karyawan.

“Nanti dibawah Prabowo-Sandi, kami akan komitmen membenahi BPJS. Sistemnya bagus, tinggal pengelolaan harus lebih baik,” ucap dia.

Ketua PWM Jateng, Tafsir mengatakan, secara organisasi Muhammadiyah bersikap netral di Pemilu 2019. “Tapi untuk individunya tidak boleh netral karena harus memilih,” imbuh Tafsir.

Desa Wisata

Di Gunungpati, Sandiaga berkunjung ke Desa Wisata Kandri. Dihadapan ratusan masyarakat, Sandiaga meminta dukungan supaya dapat memenangkan Pilpres 2019. “Dengan demikian saya akan mengubah destinasi wisata. Tujuh bulan ke depan kami juga akan melakukan kunjungan ke seluruh dewa wisata se-Jawa tengah,” kata dia.

Desa Wisata KandriSandiaga dan Ketua PAN Zulkifli Hasan disambut tarian saat kunjungan di Desa Wisata Kandri, Gunungpati, Semarang. (Foto: Tagar/Agus Joko Mulyono)

Isu ketersediaan lapangan pekerjaan juga diangkat di hadapan masyarakat Kandri. Menurutnya, di tengah melemahnya rupiah saat ini, sebenarnya masyarakat sudah berkreasi dalam usaha. Sayang hal itu kurang mendapat dukungan dari sisi permodalan.

“Banyak pengusaha muda yang masih ingin berkembang tapi masih terkendala modal. Banyak kendala yang harus di selesaikan. Karenanya kami ke depan akan menciptakan lapangan kerja untuk kalangan pemuda, dengan memberikan pendidikan kepada pelaku UMKM,” papar dia.[]