Jakarta, (Tagar 11/6/2018) - Rencana Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menjadi calon presiden dinilai Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah merupakan langkah positif. Menurutnya, yang bersangkutan memiliki kemampuan dan kapasitas.

"Saya kira langkah terobosan Amien ini positif untuk ke depan," kata Fahri di Jakarta, Senin (11/6).

Fahri mengatakan, Amien merupakan salah satu putra terbaik bangsa Indonesia yang mengawal transisi dari peralihan rezim otoriter kepada rezim demokrasi sekarang ini.

Dia menyebutkan, dalam reformasi yang berkelanjutan selama lebih dari 20-30 tahun, Amien konsisten menjaga dan tahu bahwa kapasitas mesin demokrasi yang kita miliki ini luar biasa namun kemudian pemimpinnya tidak memadai.

"Kemungkinan atas didasari perasaan itu, maka beliau yang sebenarnya masih berusia 74 tahun terinspirasi orang seperti Mahathir yang kembali berkuasa karena ada penyimpangan dalam kepemimpinan, dalam mengelola pemerintahan," ujarnya.

“Dari perspektif itu kita bisa mengerti kenapa Amien didorong teman-temannya untuk mencalonkan diri kembali dan dirinya menilai sebagai sesuatu yang wajar selama menurut UU itu dibolehkan,” jelasnya.

Fahri mengungkapkan, dalam pembahasan RUU Pemilu beberapa waktu lalu, ada usulan ambang batas mencalonkan capres dan cawapres sebesar 0 persen dalam rangka mencari figur pemimpin alternatif.

"Kami mengusulkan agar ambang batas mencalonkan capres-cawapres nol persen, sebenarnya dalam rangka itu. Namun kemudian dikerucutkan menjadi 20 persen yang menyebabkan kita memiliki sedikit calon pemimpin," imbuhnya.

Serius

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi menegaskan, partainya serius mencalonkan Amien Rais sebagai capres pada Pemilu Presiden 2019 dengan alasan yang bersangkutan merupakan figur yang cocok menduduki posisi tersebut.

"PAN serius mencalonkan Amien Rais 'running for President 2019', dan kami memiliki alasan kuat untuk pencalonan tersebut," kata Viva Yoga di Jakarta, Minggu (10/6).

Dia menilai, Amien memiliki integritas sebagai pemimpin nasional, cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan cinta rakyat Indonesia.

"Amien Rais masih memiliki fisik kuat dan stamina prima dalam beraktivitas sesuai tuntutan kerja. Usia tidak menghalangi dalam menjalankan tugas pokok pekerjaan," ujarnya.

Dia menjelaskan, PAN akan memfinalisasi keputusan partai tentang pasangan calon presiden/cawapres itu melalui penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN setelah Pilkada 2018. PAN juga mengusulkan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Penasehat PAN Soetrisno Bachir, dan mantan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa sebagai capres 2019.

Sebelumnya, Amien Rais mengisyaratkan maju menjadi calon presiden 2019. Isyarat ini dia sampaikan usai berbuka puasa di rumah dinas Ketua Umum MPR Zulkifli Hasan, di Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu (9/6) malam.

Amien Rais menjelaskan, PAN akan mengusung empat calon presiden dari partainya untuk ditawarkan ke partai koalisi yaitu dirinya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, mantan Sekjen PAN Sutrisno Bachir, dan mantan Ketua Umum PAN Hatta Radjasa. (ant/yps)