Jakarta, (Tagar 27/5/2018) - Ali Sutra Koordinator Forum Tionghoa Nusantara (Fortin) menyatakan bahwa tidak semua orang Tionghoa di Indonesia mendukung gerakan #2019GantiPresiden. Klaim yang menyebut semua orang Tionghoa di Indonesia mendukung gerakan #2019GantiPresiden adalah klaim sepihak.

Hal itu ia nyatakan sebagai bentuk klarifikasi atas kelompok bernama Forum Aspirasi Rakyat yang mengatasnamakan seluruh masyarakat Tionghoa mendeklarasikan #2019GantiPresiden.

Seperti diketahui sekumpulan tokoh Tionghoa terdiri dari berbagai macam profesi dan organisasi mendeklarasikan Forum Aspirasi Rakyat #2019GantiPresiden di kawasan Gajah Mada, Jakarta Barat, Rabu (23/5).

"Apa yang dinyatakan oleh Forum Aspirasi Rakyat itu mengklaim semua orang Tionghoa, itu tidak benar," tegas Ali Sutra dalam konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (26/5).

Ali menjelaskan preferensi atau sikap politik orang Tionghoa itu berbeda-beda. Tidak ada satu pun tokoh, apalagi mengaku tokoh atau organisasi yang bisa mengatasnamakan seluruh masyarakat Tionghoa.

"Menyangkut pendapat politik dari masyarakat Tionghoa yang ada di Indonesia biarlah menjadi hak pribadi masing-masing," ujarnya.

Ali lebih lanjut menjelaskan, kekecewaan segelintir orang jangan dijadikan dasar untuk membangun opini mengatasnamakan suku tertentu, karena tidak elok dan juga berpotensi merusak keharmonisan antarsuku, bahkan dalam etnis Tionghoa itu sendiri. 

Menurutnya keberagaman pandangan dan pendapat harus dikelola menjadi suatu upaya dalam membangun bangsa Indonesia dengan lebih konstruktif dan juga berkelanjutan

Ia mengajak masyarakat Indonesia pada umumnya dan etnis Tionghoa secara khusus untuk menyalurkan hak pilih yang dijamin oleh Undang-undang serta memilih pemimpin yang dipercaya dapat memberikan dampak perubahan baik dan berkelanjutan bagi bangsa Indonesia.

Terkait tagar #2019GantiPresiden ia tidak melarang atau menyetujui karena hal tersebut merupakan hak konstitusional masing-masing warga negara.

Upaya klarifikasi spontan ini, sebutnya, karena Fortin tidak ingin membuat kegaduhan, sebagaimana Presiden RI Joko Widodo sama sekali tidak menginginkan adanya kegaduhan.

Fortin meminta masyarakat Indonesia secara umum dan masyarakat Tionghoa secara khusus, tidak terpengaruh atas pernyataan Forum Aspirasi Rakyat. (af)